Ragu UU Megapolitan Bisa Berjalan, Deddy Mizwar: Apa Kata Dunia?

Ragu UU Megapolitan Bisa Berjalan, Deddy Mizwar: Apa Kata Dunia?

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 18 Feb 2014 13:21 WIB
Ragu UU Megapolitan Bisa Berjalan, Deddy Mizwar: Apa Kata Dunia?
Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meragukan keberjalanan UU Megapolitan Jabodetabekjur bila jadi dibentuk. Menurut Deddy, permasalahan antara DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dapat diselesaikan dengan komunikasi semata.

"Kalau mudah mengatasi masalah Jakarta dan sekitarnya dengan komunikasi, ini kemana arahnya?
Kalau tidak ada masalah, untuk apa megapolitan," kata Deddy dalam diskusi bertema "Urgensi Pembentukan Undang Undang Megapolitan dalam Upaya Pengelolaan Terpadu Wilayah Jabodetabekjur" di Ruang GBHN, Kompleks DPR, Senayan, Jakpus, Selasa (18/2/2014).

Deddy lalu mempertanyakan peranan pemerintah pusat dalam koordinasi antara kawasan Jabodetabekjur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai sejauh mana pusat punya peranan? Apa UU Megapolitan ini untuk mendesak pusat? Apa ini tujuannya? Kalau dikomunikasikan dengan intens kan lebih mudah. Kalau ini nanti siapa yang mengelola?" tanya seniman kawakan ini.

Deddy memaparkan bahwa Jabar juga punya rencana twin metropolitan yang melibatkan kawasan Bogor, Depok, Karawang, dan Purwakarta. Ia lalu mempertanyakan peran Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur bila UU ini direalisasikan.

"BKSP itu karena kemarin ketemu bareng-bareng, baru mulai pembicaraannya. Kalau begini terus, apa kata dunia? Lebih malu kalau ada UU tapi tidak berjalan," kata Deddy sambil mengeluar kutipan andalannya dari film Nagabonar yang pernah ia bintangi. Pernyataan Deddy itu lalu disambut dengan tepuk tangan dari peserta diskusi.

Deddy hadir dalam diskusi ini bersama Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama serta perwakilan pimpinan kabupaten dan kota di Jabar dan Banten.



(van/van)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads