Bersama Ibu Ani Yudhyono dan sejumlah menteri, SBY menyapa pengungsi yang sudah lima hari bertahan di pos penampungan.
Tepuk tangan pengungsi menggema saat SBY masuk di aula lantai atas. "Alhamdulillah, saudara-saudara bapak, ibu, anak-anakku selamat dari letusan Gunung Kelud," sapa SBY kepada pengungsi, Selasa (18/2/2014) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, pantauan langsung juga memudahkan penanganan pasca letusan dan segera membenahi kerusakan yang akibat material vulkanik.
"Akan diurus pertanian yang rusak, peternakan. Karena itu menyangkut mata pencaharian bapak-bapak," imbuh dia.
Presiden mengimbau pengungsi tidak tergesa kembali pulang. Karena dari pengalaman Gunung Sinabung, nekatnya warga memilih pulang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
"Saat mengunjungi Sinabung, pernah saya ingatkan agar tidak kembali dulu. Tapi ada yang nekat pulang dan terjadi hal yang tidak kita inginkan," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
Pesan itu mengakhiri pertemuan singkat SBY bersama pengungsi. Orang nomor satu di Indonesia itu kemudian melanjutkan melihat kesiagaan penanganan bencana, seperti dapur umum, posko kesehatan yang didirikan di halaman belakang koperasi.
Di tengah perjalanan terparkir mobil pintar dan SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono menyempatkan berhenti. Di situ telah menunggu anak-anak pengungsi mayoritas berasal dari Kecamatan Ngantang dan Kasembon.
"Anak-anak tahukan mengapa di sini. Telah terjadi gunung meletus dan sementara harus di sini agar aman," celetuk Bu Ani.
Bersama SBY, Bu Ani berpesan agar anak-anak tetap rajin belajar untuk meraih cita-cita. "Rajin membaca, pokoknya harus belajar terus biar pandai," tutup Ani.
(bdh/trw)










































