Ketika mendapat giliran untuk memaparkan pandangan terkait isu megapolitan kawasan megapolitan Jabodetabekjur, Rano mengungkapkan bahwa Banten memiliki banyak rencana pembangunan yang bersinggungan dengan kawasan Jabodetabekjur. Rencana tersebut mulai dari penanganan situ dan bendungan, akses jalan tol, hingga pengembangan transportasi antarmoda.
"Kalau bicara masa depan, kita secara propinsi juga punya rencana, desain tapi entah kapan desain kita selesai," kata Rano, Selasa (18/2/2014).
Menurut Rano, rencana itu entah kapan akan selesai karena keterbatasan APBD Propinsi Banten. Ia lalu membandingkan APBD Banten dengan APBD DKI Jakarta.
"Kita mesti ada inovasi-inovasi. APBD kita Rp 7 triliun. Tetangga kita (DKI Jakarta) Rp 72 triliun itu mau bikin apa saja bisa," kata Rano sambil melirik Ahok.
Ahok yang duduk di sebelah Rano lalu langsung menanggapi keluhan tetangganya itu.
"Nanti gue bagi," jawab Ahok sambil tertawa lepas.
Rano Karno, Ahok, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menghadiri diskusi bertema "Urgensi Pembentukan Undang Undang Megapolitan dalam Upaya Pengelolaan Terpadu Wilayah Jabodetabekjur" yang diselenggarakan Komite I DPD RI di Ruang GBHN, Kompleks DPR, Senayan, Jakpus. Dalam diskusi tersebut, hadir pula perwakilan pimpinan kabupaten dan kota di Jabar dan Banten.
(van/van)











































