Polisi tiba di TKP, Jalan Bengawan Solo, Semper Barat, Jakarta Utara, Selasa (18/2/2014), dengan menggunakan tiga mobil pada pukul 11.00 WIB. Ratusan warga yang telah berkumpul langsung menyoraki Saodah.
Di dalam mobil, beberapa petugas bersenjata lengkap mengawal keduanya untuk menghindari amukan massa terhadap pelaku. Lebih dari tiga adegan akan diperagakan keduanya.
"Ada 28 adegan yang akan dilakukan," kata Wakasat Reskrim Polres Jakut Kompol Pujianto di lokasi.
Mobil polisi diparkirkan di dalam garasi rumah yang menyerupai gudang. Pagar setinggi dua meter kemudian ditutup, sehingga ratusan warga tak bisa melihat Saodah dan Panidi selama proses rekonstruksi.
Saodah tampak seperti ibu rumah tangga biasa. Ia mengenakan baju tahanan berwarna kuning dan bercelana pendek warna ungu, sempat menangis dipelukan seorang polwan.
Sementara Panidi berbadan jangkung dan berkulit gelap. Hasun di sisi lain mengenakan baju orange dan berkepala pelontos.
Pembunuhan dilakukan pada 25 Januari 2014 di rumah yang cukup besar berhiaskan dua pilar dan menjad lokasi TKP. Panidi memukul korban di kepala dengan balok. Kemudian sang istri memberi alasan Mustain jatuh dari kamar mandi
(vid/mad)











































