Mega Diminta Tak Libatkan 52 Aktivis dalam Kepengurusan PDIP

Mega Diminta Tak Libatkan 52 Aktivis dalam Kepengurusan PDIP

- detikNews
Sabtu, 04 Des 2004 07:50 WIB
Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati diminta untuk tidak terburu-buru menempatkan 52 aktivis yang baru bergabung duduk dalam kepengurusan partai periode mendatang. Hal ini untuk menghindari kecemburuan dari "orang lama". "Kelompok muda yang baru bergabung itu harus menunjukkan dulu kesetiaan kepada partai," ujar pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bhakti dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (4/12/2004).Ikrar menambahkan, hal ini penting karena untuk melihat apakah PDIP hanya akan dijadikan alat meraih kekuasaan atau tidak. "Mega memang harus cermat karena kalau mereka hanya kalau hanya ingin menjadikan PDIP sebagai kendaraan politik maka hanya akan menambah beban partai saja," tukasnya.Seperti diberitakan, sekitar 52 aktivis mendeklarasikan Relawan Perjuangan Demokrasi (RPD) dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Salah seorang dari mereka adalah mantan Ketum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Budiman Sudjatmiko, (3/12/2004). Selain Budiman, mereka yang ikut bergabung dengan Partai Moncong Putih itu diantaranya Rahardjo Waluyo Jati (PRD), mantan ketua Pijar Haikal, Ahwat Supriyanto, Beathor Suryadi, Masinton Pasaribu (Front Perjuangan Pemuda Indonesia) serta Sinyo (Gerakan Bersama Rakyat). Ikrar mengaku tidak heran dengan sikap 52 aktivis ini bergabung dengan PDIP. "Memang banyak dari mereka ini adalah orang-orang yang dulu mempertahankan kantor PDI tahun 1996. Jadi, memang tidak mengherankan," tukasnya. Meski demikian, lanjut dia, loyalitas ke partai moncong putih ini tetap harus ditunjukkan minimal dalam 5 tahun mendatang. "Jadi, mereka memang berkembang mulai dari bawah dulu. Jangan ujug-ujug langsung jadi pengurus karena nanti bisa menimbulkan banyak sakit hati dari kader-kader yang sudah lama bergabung di PDIP," tandas Ikrar. (ton/)


Berita Terkait