Waduh! Besi Pegangan Bus TransJ Ini Copot, Cuma Diikat Pakai Tali Rafia

Waduh! Besi Pegangan Bus TransJ Ini Copot, Cuma Diikat Pakai Tali Rafia

- detikNews
Selasa, 18 Feb 2014 10:40 WIB
Waduh! Besi Pegangan Bus TransJ Ini Copot, Cuma Diikat Pakai Tali Rafia
tiang bus yang diikat dengan tali (Kurniadi/pasangmata.com)
Jakarta - Keadaan interior bus TransJakarta yang satu ini cukup memprihatinkan. Tiang besi yang berfungsi menjadi pengaman sekaligus pegangan bagi penumpang tidak melekat pada atap bus. Ironisnya, tiang-tiang yang terlepas dari atap itu hanya dikaitkan dan diikat dengan tali rafia.

"Kondisi (tiang) pengaman pintu sisi dalam TransJakarta yang rusak parah diikat-ikat tali rafia," kata salah seorang pembaca detikcom, Kurniadi kepada detikcom, Selasa (18/2/2014).

Dalam foto yang dikirimkan Kurniadi kepada pasangmata.com, terlihat tiang besi yang terlepas dari atapnya, namun hanya diikat sekadarnya menggunakan talu rafia. Pegangan besi yang rusak itu berada di kedua sisi pintu masuk, dekat dengan jejeran kursi penumpang laki-laki. Namun, hanya satu sisi besi yang diikat dengan tali rafia oleh petugas. Kurniadi mengambil gambar kerusakan tiang bus TransJ itu saat dirinya sedang dalam perjalanan dari Juanda menuju Jelambar, Jakarta Barat, Senin (17/2).

Menurutnya, hal ini cukup berbahaya karena gagang besi tersebut kerap dijadikan tumpuan penumpang saat berdesakan masuk bus. Beberapa penumpang terlihat kaget saat memegang gagang besi tersebut lantaran goyang.

"Gagang besi yang patah hanya diikat tali rafia. Besinya jadi goyang dan bikin kaget orang yang berpegangan," kata Kurniadi.

Petugas pintunya pun tak memberi pengumuman pada penumpang yang baru masuk mengenai kerusakan tersebut. Tak hanya itu, kondisi dalam bus juga pengap dan panas padahal sedang tak banyak penumpang. "AC-nya bukannya dingin, malah panas," keluhnya.

Kurniadi menaiki bus TransJakarta koridor III dengan rute Harmoni- Kali Deres. Armada bus berwarna kuning merah ini milik operator PT Trans Batavia.

Kelaikan bus TransJakarta saat ini menjadi sorotan publik. Banyak armada yang sudah tidak laik namun terkesan dipaksakan untuk tetap beroperasi. Pengadaan bus baru yang dilakukan pemprov DKI pun bermasalah karena sebagian besar armadanya mengalami kerusakan komponen.


(bil/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads