"Setuju sekali saya bahwa 2014 eranya tokoh muda dan capres alternatif," kata peserta konvensi capres PD ini saat berkunjung ke redaksi Trans TV di Jl Kapten Piere Tendean, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2014).
Namun ada persoalan serius dalam realitas demokrasi di Indonesia. "Realitas demokrasi, yang populer belum tentu terpilih, yang mampu kerena tidak populer ya tidak terpilih," kata Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu diperlukan pendewasaan demokrasi di Indonesia. Menurut Dahlan saat ini masyarakat Indonesia cenderung tak tertarik bicara tentang politik.
"Pendewasaan demokrasi itu penting karena satu orang satu suara. Saya yakin penonton sinetron sinetron di Indonesia lebih banyak dari yang menonton debat di televisi," keluhnya.
(van/rmd)










































