"Hak kita untuk kasih nama, itu saja," ujar JK di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (17/2/2014).
Menurut JK, Usman dan Harun dianggap pahlawan oleh bangsa Indonesia karena berhasil melaksanakan tugas negara. Namun pihak Singapura memiliki penilaian sendiri.
"Karena ada pandangan berbeda. Ini emosional yang berbeda," jelasnya.
Menurut Ketua PMI ini, Singapura berlebihan dalam merespons nama KRI milik TNI AL. Kapal itu dibiayai oleh Indonesia dan digunakan untuk Indonesia, sehingga pemberian nama Usman Harun adalah hak Indonesia.
"Sama seperti Westerling, di Belanda dia pahlawan, tapi di sini dia penjajah," kata ketua Dewan Masjid Indonesia itu.
(vid/rmd)











































