"Saya baca dan mendengar bahwa sudah 8 minggu tidak ada kapal pencari suaka ke Australia. Selamat untuk mereka bila mereka merasa itu sebagai hal yang mereka patut untuk dirayakan. Tapi lihat konsekuensinya hubungan bilateral terganggu seperti ini," ujar Menlu Marty, di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta, Senin (17/2/2014).
Marty menegaskan terganggunya hubungan RI dan Australia tidak bukan tujuan Indonesia. Marty menjelaskan kedua belah haruslah saling menghormati agar hubungan kembali membaik.
"Kita tidak ada maksud merusak hubungan dengan Australia It takes two to tango, harus kedua belah pihak saling menghormati," ucapnya.
Terkait apa tindakan preventif Indonesia supaya tidak kecolongan penyadapan lagi, Marty menyerahkan kepada pihak intelejen. Yang jelas pemerintah RI sudah melakukan pencegahan supaya peristiwa penyadapan tidak terulang.
"Langkah-langkah sifatnya pencegahan bisa kita lakukan, tapi kita harus kembali lagi ke masalah niat. Kalaupun kita punya kemampuan tapi tidak didasari oleh niat kan tidak perlu," ujarnya.
(rvk/rvk)











































