Mulai hari ini, Malioboro yang menjadi ikon Yogyakarta kembali menggeliat. Toko-toko dan ribuan PKL mulai beroperasi. Para wisatawan juga terlihat berjalan-jalan di kawasan tersebut.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Pengelolaan Kawasan Maliboro, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Ari Suryani mengatakan, hari pertama hujan abu hari Jumat lalu, tidak ada sama sekali PKL yang membuka lapaknya. Kemudian hari Sabtu malam sebanyak 20 persen PKL mulai beroperasi, dan hari Minggu kemarin PKL yang beroperasi telah mencapai 70 persen. Sementara hari ini, PKL yang beroperasi sudah mencapai 90 persen dari total PKL Malioboro sebanyak 2.497 pedagang.
"Beberapa PKL memang belum membuka lapaknya, tapi bukan karena kondisi Malioboro. Mereka karena masih kerja bakti di lingkunganya masing-masing," kata Ari Suryani di Kantor UPT Malioboro Yogyakarta, Senin (17/2/2014).
Para PKL maupun pengunjung diminta untuk tetap mengenakan masker. Para PKL dapat mengambil masker di Kelurahan Sosromenduran secara gratis.
Untuk kunjungan wisata di kawasan Maliboro sendiri, dinilai sudah kembali normal. Jumlah yang berkunjung di Malioboro sudah cukup ramai, sama seperti hari sebelum hujan abu pada hari biasa. Parkir kendaraan bermotor yang berada di trotoar sisi timur Jl Malioboro sudah kembali penuh.
Salah seorang PKL Malioboro, Ani (35) mengatakan baru membuka lapak daganganya hari ini. Karena sebelumnya masih banyak debu sehingga belum berani membuka.
"Lumayan sudah ada pembelinya, meski belum seperti saat sebelum hujan abu gunung Kelud," katanya.
Para PKL terlihat masih banyak yang menutup daganganya dengan plastik agar tidak terkena debu. Karena debu vulkanik gunung Kelud masih berterbangan tertiup angin di kawasan Malioboro.
(try/try)











































