'Jualan Orde Baru', Golkar Ambil Untung

'Jualan Orde Baru', Golkar Ambil Untung

- detikNews
Senin, 17 Feb 2014 15:51 WIB
Jualan Orde Baru, Golkar Ambil Untung
Jakarta - Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie menyerukan agar semua kader Golkar bangga menjadi bagian orde baru. Menjelang Pemilu 2014, apakah strategi 'era orde baru' ini akan dipakai oleh Golkar untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya?

"Ini memang menguntungkan untuk Golkar. Kita tentunya mau maju ke depan. Apa balik ke zaman Soeharto lagi? Masyarakat kan mau suasana yang stabil, kondusif seperti zaman Soeharto Dulu pernah tercapai dan saat itu partainya Golkar," kata Sekretaris Umum BKPP Golkar Rully Chairul Azwar di Kompleks DPP Golkar, Slipi, Jakbar, Senin (17/2/2014).

Menurut Rully, rakyat akan melirik Golkar karena sudah lelah dengan parpol-parpol pemegang kekuasaan selama 15 tahun terakhir. Meski jaman orde baru tidak ada demokrasi, rakyat tetap menikmati kesejahteraan.

"Golkar pernah buktikan saat ini suasana normal untuk politik dan ekonomi walaupun kurang demokratis. Tapi kan di negara luar juga begitu. Rakyat ukurnya kan kesejahteraan," ujar Ketua Komisi II DPR RI ini.

Rully mengakui bahwa partainya sempat menarik diri usai reformasi karena diidentikkan dengan era orde baru. Namun kini, Golkar justru akan mengangkat kembali citra stabilitas orde baru.

"Kambing hitam reformasi kan orde baru karena KKN. KKN tidak bisa dielakkan karena kondisi ekonomi saat itu. Jadi yang bisa kita lakukan ya jaga jarak. Setelah 15 tahun, rakyat lihat kan malah lebih parah. Ya sudah deh balik lagi. Stigma masyarakat sekarang berubah," kata Rully.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menyatakan bahwa Presiden Soeharto adalah kader terbaik Golkar. Dia menyerukan kepada kader Golkar dan Kosgoro untuk bangga terhadap kepemimpinan Soeharto.

"Semua kader Golkar dan organisasi di bawahnya termasuk Kosgoro tidak perlu takut dianggap sebagai bagian dari Orde Baru. Kita tak perlu malu mengakui itu," ujar Ical di Kantor DPP Partai Golkar, Jl. Anggrek Nelimurni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (10/2/2014).

Ical pun menyatakan bahwa rakyat Indonesia sangat rindu dengan Soeharto. Golkar harus tanggap akan keinginan masyarakat ini.

"Kalau kita lihat di jalan-jalan, di baju, di stiker ada gambar Pak Harto dan tulisan 'piye kabare? Isih penak jamanku to?' itu bukan Golkar yang nulis. Itu keinginan masyarakat. Kita harus sambut itu sebelum partai lain yang menangkap," tutur Ical.

"Harus jujur kalau Pak Harto telah memimpin Indonesia selama 32 tahun, kita harus akui itu," tambah Ical.

(van/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads