Elektabilitas Macet Karena Nepotisme, Golkar: Di Daerah Memang Ada

Elektabilitas Macet Karena Nepotisme, Golkar: Di Daerah Memang Ada

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 17 Feb 2014 15:29 WIB
Elektabilitas Macet Karena Nepotisme, Golkar: Di Daerah Memang Ada
Jakarta -

Survei LSIN menyebut elektabilitas Golkar stagnan akibat politik nepotisme di dalamnya. Sekretaris Umum BKPP Golkar

Chairul Azwar menyangsikan hasil survei tersebut namun ia tetap mengakui bahwa praktik nepotisme masih menjamut terutama di daerah.

"Survei yang mana? Survei kita tidak seperti itu. Coba kita lihat lagi kredibilitas surveinya," kata Rully di Kompleks DPP Golkar, Slipi, Jakbar, Senin (17/2/2014).

Meski meragukan hasil survei tersebut, Rully mengakui bahwa praktik nepotisme masih kental di tubuh partainya di tingkat daerah. Rully mengeluhkan para pemilih yang masih bersifat pragmatis dan memilih caleg hanya karena sekedar kenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang di daerah ada yang nepotisme. Tapi di semua partai pasti ada. Makin ke bawah, makin sulit persaingannya karena caleg dipilih bukan karena idealisme tapi dari kenal.
Pemilih belum punya idealisme seperti itu" ujarnya.

Survei Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) menyebutkan bahwa elektabilitas Golkar macet dan selelu di bawah PDIP. Alasannya adalah praktik nepotisme yang menggerogoti kader-kader partai tersebut.

"Elektabilitas Golkar hanya berkutat pada angka 16-19% saja jika merujuk pada hasil survei, termasuk lembaga lain. Sementara elektabilitas PDIP cenderung mengalami kenaikan secara terus menerus menjelang Pemilu 2014," kata Direktur Eksekutif LSIN Yasin Mohammad dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (15/2/2014).

LSIN menilai faktor yang menjadi penyebab utama macetnya elektabilitas Golkar adalah tak berjalan baiknya sistem kaderisasi. Yasin menyebut banyak kader Golkar, terutama di daerah, yang merupakan kader comotan atau instan, sehingga tak mengerti AD ART dan bahkan cenderung melanggar aturan-aturan dan nilai-nilai partai.

"Hal ini didorong oleh kepemimpinan buruk Golkar di daerah, yaitu lebih banyak mengedepankan praktik nepotisme dan mengandalkan modal dalam menjalankan roda organisasi," tutur Yasin.

(van/van)


Berita Terkait