Sri Sultan memantau gotong royong di Jl Diponegoro atau perempatan Tugu Yogyakarta ke arah barat, Senin (17/2/2014). Pembersihan abu Gunung Kelud ini diikuti ratusan warga, polisi, TNI, Satpol PP, Badan Lingkungan Hidup, petugas Kecamatan, dan lain-lain.
Sultan mengatakan pembersihan abu dilakukan secara gotong royong selama 2 hari, hari ini dan Selasa besok.
"Biar semua bersih, jalan, pasar, rumah sakit, sekolah. Bersyukur, semalem sudah turun hujan, sehingga abu tersapu air," kata Sultan di Jl Diponegoro Yogyakarta.
Sultan mengimbau warga tidak membuang abu di saluran irigasi karena bisa menghambat saluran air. Dia minta abu dimasukkan ke dalam kantong atau karung terlebih dahulu.
Dalam 2 hari diharapkan Yogya sudah kembali bersih dari abu. Sehingga mulai Rabu, kondisi mulai normal kembali.
Kepala BPBD DIY, Gatot Saptadi mengatakan, abu vulkanik yang dikumpulkan untuk sementara akan ditumpuk lebih dulu. Akan dikomunikasikan dengan Dinas Pertanian untuk bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.
"Katanya bisa untuk pupuk. Maka kita koordinasi dengan Dinas Pertanian," kata Gatot.
(try/try)











































