Diterpa Isu Politik Uang, Golkar Pimpin DPRD Maluku
Jumat, 03 Des 2004 23:18 WIB
Ambon -
Partai Golkar kembali meraih posisi ketua DPRD. Kini, posisi ketua DPRD Maluku dijabat Richard Louhenapessy yang berasal dari partai berlambang beringin tersebut.Dalam pemilihan ketua DPRD, Jumat (3/12/2004), Richard mengalahkan calon dari FPDI Perjuangan Jhon Mailoa dan FPKS Soedarmo. Richard memperoleh 21 dari 45 suara yang ada. Sementara Jhon hanya meraih 15 suara dan Soedarmo 6 suara.Rapat paripurna pemilihan ketua DPRD Maluku sendiri berlangsung sangat panas. Pasalnya, berhembus isu adanya politik uang yang dilakukan salah satu kandidat dalam pemilihan tersebut. Bahkan, isu ini sempat dilemparkan dalam rapat paripurna DPRD Malukusejak dua hari menjelang pemilihan. Saling interupsi pun terjadi.Namun, kondisi tersebut tak berlangsung lama. Dari awal proses perhitungan suara, Richard sudah sulit terkejar.Kepada detikcom, anggota DPRD asal Golkar, Ridwan Rahman Marasabessy menyatakan, sejak awal golkar memang sudah mempersiapkan diri untuk memenangkan pertarungan itu. "Kami sejak awal sudah siap denganberbagai strategi untuk menang. Makanya dalam proses pemilihan kami tidak terlalu tegang. Karena sebelumnya kami yakin akan memenangkan pertarungan tersebut," ungkap Marasabessy.Sementara itu, Jhon Mailoa, usai pemilihan mengatakan, kekalahan yang dialaminya merupakan sebuah kehendak yang tak bisa terbantahkan. "Itu kehendak. Dan kami akui kekalahan ini," tegas Mailoa.Namun dari kubu PKS menyatakan akan meneliti proses pemilihan dari awal hingga akhir. "Kami akan teliti. Jika ditemukannya money politics dalam pemilihan itu, maka kami akan menindaklanjutinya," tandas Suhfi Madjid, anggota FPKS DPRD. Pemilihan ketua DPRD Maluku ini juga disaksikan ribuan masyarakat yang memadati Baileo rakyat Karang Panjang, Ambon. Sementara satu pleton aparat kepolisian pun diterjunkan untuk mengamankan proses pemilihan itu.
(ton/)










































