"Kita akan panggil (Kadishub) segera. Kita hanya ingin tahu letak permasalahannya ada di mana," ujar anggota Komisi B DPRD DKI Taufiq Azhar saat dihubungi detikcom, Minggu (16/2/2014).
Taufiq mengaku pihaknya merasa prihatin dengan adanya kasus ini. Menurutnya kualitas mobil China memang belum begitu teruji kelayakannya di Indonesia.
"Kita ingin tahu detail tentang pembelian dan kualitasnya seperti apa," imbuhnya.
"Tapi kalau alasan (importir) kerusakan karena air laut, kita juga kurang bisa menerima," kata Taufiq.
Sebelumnya KPK telah mempersilakan Pemprov DKI untuk melaporkan kepadanya tentang kejanggalan-kejanggalan maupun dugaan korupsi dalam proyek pengadaan ini. Namun Taufiq melihat hal ini belum perlu dilakukan.
"Biar inspektorat bekerja dulu. Jalurnya seperti apa, kita belum tahu persis," ujar Taufiq.
Sebelumnya, wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan telah meminta kepada Inspektorat Provinsi DKI Jakarta melakukan penyelidikan tentang dugaan penyimpangan pada pengadaan bus Trans Jakarta.
Hal itu didasari pada temuan terhadap lima unit bus TransJ gandeng (articulated) dan sepuluh unit Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang berkarat. Jumlah total bus yang masuk daftar investigasi yakni 90 bus Transjakarta dan 18 BKTP.
(sip/mok)











































