Banjir Lahar Dingin Mengancam Lereng Kelud

Banjir Lahar Dingin Mengancam Lereng Kelud

- detikNews
Senin, 17 Feb 2014 07:53 WIB
Banjir Lahar Dingin Mengancam Lereng Kelud
foto: Alif/pasangmata.com
Kediri - Banjir lahar dingin mengancam wilayah lereng Gunung Kelud menyusul prakiraan curah hujan akan meningkat. Apalagi diprediksi pada 18 Febuari, hujan deras akan mengguyur wilayah Gunung Kelud.

"Informasi dari BMKG pada tanggal 18 Febuari nanti akan terjadi hujan besar. Semua patut mewaspadai," jelas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal (TNI) Budiman disela meninjau dapur umum di KOP SAE Pujon, Minggu (16/2/2014).

Ia sangat bersyukur hujan mulai turun sejak kemarin hingga hari ini dan diharapkan dapat mengurangi intensitas hujan pada tanggal 18 Febuari 2014 nanti.

"Hujan sudah mulai turun, mudah-mudahan pada tanggal 18 nanti tidak besar sesuai prakiraan BMKG. Hingga lahjar cair tak sampai mengancam keselamatan warga," ungkapnya.

Ia juga menegaskan, pengungsi akan segera dapat kembali ke rumahnya. Dengan catatan, pemukiman yang ditempati jauh dari bahaya longsor maupun lahar dingin.

"Jadi akan kami pastikan dulu, apakah lokasi rumah benar-benar aman, dan kami akan mengawasi dan mengantar warga pulang," tegasnya.

Ditambahkan dia, 5.500 personel diterjunkan untuk membersihkan abu vulkanik yang menutup infratruktur atau fasilitas umum. Jumlah itu termasuk penambahan hari ini sebanyak 2500 personel.

"Personel kita tambah 2.500, dari sebelumnya 3 ribu personel. Fokus utama pembersihan jalan di Kediri, Blitar, maupun Kabupaten Malang. Karena akses jalan sangat penting sebelum merekontruksi pemukiman warga yang rusak," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga mempercepat distribusi logistik hingga ke posko pengungsian. Agar ketersediaan kebutuhan pengungsi cepat tersalurkan.

Dalam kesempatan itu, Budiman juga memastikan, TNI AD siap membantu rehabilitasi pemukiman penduduk yang rusak akibat abu vulkanik Kelud.

"Kalau jumlah berapa rumah yang rusak masih dilakukan pendataan. Yang jelas kami siap membantu merehabilitasi rumah warga yang rusak hingga selesai," tutupnya.

(bdh/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads