Pembukaan Musda Golkar Sulsel Ricuh

Pembukaan Musda Golkar Sulsel Ricuh

- detikNews
Jumat, 03 Des 2004 20:31 WIB
Makassar - Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Golkar Sulawesi Selatan ricuh. Pasalnya, sekitar ratusan orang yang menolak pencalonan kembali Amin Syam sebagai ketua DPD Golkar Sulsel, merusak tempat pelaksanaan Musda.Dalam pantauan detikcom, ratusan orang yang tergabung dalam AMPI, AMPG, SOKSI mendatangi ruang Morante Hotel Marannu, Jl. Bontolempangan, Makassar, Jumat (3/12/2004) pukul 19.30 Wita. Tempat ini memang akan digunakan untuk pelaksanaan musda. Ketika berada di dalam ruangan, mereka langsung merusak bangku-bangku yang sudah disiapkan panitia. Selain itu, massa juga menempeli dinding ruangan dengan sejumlah poster yang isinya menolak pencalonan kembali Amin Syam.Saat itu, peserta dari 23 DPD kabupaten/kota se-Sulsel belum berdatangan. Hanya tampak sejumlah panitia dan karyawan hotel yang sedang menyiapkan ruangan.Melihat ruangan dikacaukan massa, Ketua Panitia Musda Hois Bahtiar pun memrotes aksi itu. Namun, protes Hois tersebut justru dibalas dengan bogem dari massa. Untunglah, Hois bisa melarikan diri. Selain Hois, panitia lainnya Ridwan juga turut dipukuli.Keributan tersebut, akhirnya tidak berlangsung lama. Massa pun kemudian keluar dari ruangan setelah dibujuk oleh beberapa peserta Musda.Ratusan orang tersebut menilai Amin sudah tidak layak memimpin Golkar. "Masih banyak calon lain yang lebih segar. Yang jelas, kami meminta terjadi regenerasi dalam partai," ujar salah seorang anggota AMPI yang enggan disebut namanya.Selain Amin, memang ada beberapa nama yang juga disebut-sebut sebagai kandidat ketua. Mereka adalah Agus Arifin Nu'mang, Wakil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Azikin Sultan dan Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin. Akibat kejadian ini, pembukaan musda pun molor dari jadwal semula pukul 19.30 Wita. Hingga pukul 20.20 Wita, pembukaan yang rencananya akan dilakukan Ketum Partai Golkar Akbar Tandjung juga belum terlaksana. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads