"Dengan tidak operasionalnya akibat debu atau abu vulkanik Gunung Kelud, PT Angkasa Pura mengalami kerugian atau tidak mendapatkan pendapatan Rp 2,5 miliar," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Juanda Trikora Harjo kepada wartawan usai sidak di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda, Minggu (16/2/2014).
Dalam sehari, lalu lintas penerbangan sebanyak 368 kali. Baik domestik maupun penerbangan internasional. Pada penutupan operasional hari pertama mengalami kerugian sekitar Rp 1,4 miliar dan hari kedua sekitar Rp 1,1 miliar.
"Komponen kerugian itu berasal dari landing fee, parking fee, passenger service charge, Aero," tandasnya.
Operasional Bandara Juanda terhenti sejak Jumat (14/2). Setelah kondisi polusi udara dinilai aman, PT Angkasa Pura I membersihkan landasan pacu dari abu vulkanik. Baru hari ini operasional pulih.
(bdh/try)











































