Dari pengamatan detikcom, pos pengungsian rata-rata hanya memiliki 1 MCK. Karena lokasi pengungsian yang digunakan adalah balai desa maupun kantor kecamatan.
Seperti diakui, Muryati (49) warga Desa Sugihwaras yang mengungsi di Balai Desa Tawang, Wates Kediri. Menurutnya, semua bantuan di pengungsian sudah baik, kecuali butuh tambahan MCK.
"Makanan, minuman, obat obatan serta selimut semua tercukupi. Bahkan makan kadang lebih dari 3 kali sehari. Yang perlu tambahan MCK karena di sini hanya 2 sehingga kalau mandi antre panjang," katanya, Minggu (16/2/2014).
Wanita yang mengungsi bersama 5 anggota keluaganya ini menambahkan, di tempat ia mengungsi dibentuk kelompok kecil yang beranggotakan 10 pengungsi.
"Kalau ada bantuan, ketuanya yang mewakili untuk mengambil sesuai jumlah kelompoknya. Begitu juga dengan mandi sesuai dengan urutan kelompok," imbuh dia.
Lain halnya dengan kondisi di pusat distribusi logistik bantuan dan makanan di Desa Kepung, Plosoklaten, Kediri. Di tempat pengungsian ini, bantuan yang sangat dibutuhkan yakni sayuran sebagai pelengkap makanan.
"Selama ini kita hanya masak mie instan dan ikan kaleng, lalu kita distribusikan ke pos pengungsian. Kan tidak mungkin tiap hari, sehari 3 kali makan dengan menu yang sama. Kita butuh bantuan sayuran dan tambahan bantuan air mineral," kata Ibrahim, Koordinator bidang data, evaluasi dan komunikasi pos pengungsi Kecamatan Plosoklaten.
(bdh/try)











































