Bendungan Selorejo dikelola Perum Jasa Tirta I menjadi salah satu tempat terparah akibat erupsi Kelud. Akses jalan menuju wilayah tersebut tertutup abu vulkanik setinggi 10 cm.
"Selorejo ditutup, begitu juga PLTA yang dikelola PLN demi keamanan selain tertutup abu vulkanik," jelas Humas Perum Jasa Tirta I Tri Hardjono kepada detikcom, Sabtu (16/2/2014) sore.
Tri mengungkapkan, PLTA Bendungan Selorejo memiliki kapasitas 4,5 megawatt. Abu vulkanik juga menyulitkan akses pegawai jika memaksa untuk beroperasi. "Kalau bendungan kita yang kelola, di situ juga ada PLTA dan PLN yang menangani," ungkapnya.
Dia menambahkan, cottage, hotel dan resto di kompleks Bendungan Selorejo masih kokoh berdiri. Hanya abu tebal menutup kawasan tersebut. "Jika sudah aman, kita akan membersihkan," imbuh dia.
Pos Keamanan Pengungsi didirikan BPBD tepat di depan akses masuk Bendungan Selorejo. Sebelumnya, kawasan ini menjadi titik penampungan warga jika erupsi Kelud terjadi. Tapi kuatnya erupsi di luar prediksi memaksa warga dievakuasi keluar wilayah Ngantang.
(fjp/fjp)











































