Atap pos pantau yang berjarak sekitar tidak lebih 8 Kilometer dari kawah itu diselimuti abu dan kanopi di bagian depan ada yang berlubang diduga kena batu lontaran Kelud.
Setelah pos beroperasi lagi, beberapa pelaratan yang sebelumnya sempat dievakuasi kembali dipasang untuk melakukan pemantauan aktivitas Gunung Kelud yang telah memuntahkan 100 ribu juta meter kubik material vulkanik ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian pula, kanopi bangunan pos juga dipasangi terpal untuk untuk mengantisipasi abu vulkanik. "Kalau pembersihan kita lakukan sejak kami kembali (Jumat pagi) setelah meletus," kata Muli, salah satu petugas pos pengamatan.
Masyarakat dilarang mendekat dan sampai sekarang karena status Gunung Kelud masih Awas atau level IV. Jarak aman ditetapkan 10 Kilometer dari kawah.
Untuk menuju pos pengamatan haruslah melewati penjagaan. Pos jaga pertama dijaga oleh pihak kepolisian dari Polres Kediri. Kedua, pos masuk wisata Gunung Kelud yang dijaga sejumlah orang berpakaian preman. Jarak pos pertama dan kedua sekitar 600 meter. Terakhir di depan pintu masuk pos pantau.
"Mas nanti kalau di atas, mobilnya diparkir yang mengarah ke bawah (ke pintu pos) untuk antisipasi jika terjadi sesuatu," ujar petugas kepolisian di pos penjagaan pertama mengingatkan.
(gik/aan)










































