Menengok Pos Pantau yang Utuh Meski Berjarak 8 Km dari Gunung Kelud

Menengok Pos Pantau yang Utuh Meski Berjarak 8 Km dari Gunung Kelud

Zaenal Effendi - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2014 17:30 WIB
Menengok Pos Pantau yang Utuh Meski Berjarak 8 Km dari Gunung Kelud
Kediri - Petugas Pengamat Gunung Kelud yang bertugas di Pos Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, sempat mengungsi setelah Gunung Kelud meletus. Mereka kini bertugas lagi dan pos pantau juga tidak mengalami kerusakan parah.

Atap pos pantau yang berjarak sekitar tidak lebih 8 Kilometer dari kawah itu diselimuti abu dan kanopi di bagian depan ada yang berlubang diduga kena batu lontaran Kelud.

Setelah pos beroperasi lagi, beberapa pelaratan yang sebelumnya sempat dievakuasi kembali dipasang untuk melakukan pemantauan aktivitas Gunung Kelud yang telah memuntahkan 100 ribu juta meter kubik material vulkanik ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun untuk mengantisipasi abu Kelud, beberapa peralatan dilindungi dengan plastik, di antaranya komputer. Untuk perangkat alat perekam gempa (seismograf) disiapkan plastik pelindung bila sewaktu-waktu abu mengguyur.

Demikian pula, kanopi bangunan pos juga dipasangi terpal untuk untuk mengantisipasi abu vulkanik. "Kalau pembersihan kita lakukan sejak kami kembali (Jumat pagi) setelah meletus," kata Muli, salah satu petugas pos pengamatan.

Masyarakat dilarang mendekat dan sampai sekarang karena status Gunung Kelud masih Awas atau level IV. Jarak aman ditetapkan 10 Kilometer dari kawah.

Untuk menuju pos pengamatan haruslah melewati penjagaan. Pos jaga pertama dijaga oleh pihak kepolisian dari Polres Kediri. Kedua, pos masuk wisata Gunung Kelud yang dijaga sejumlah orang berpakaian preman. Jarak pos pertama dan kedua sekitar 600 meter. Terakhir di depan pintu masuk pos pantau.

"Mas nanti kalau di atas, mobilnya diparkir yang mengarah ke bawah (ke pintu pos) untuk antisipasi jika terjadi sesuatu," ujar petugas kepolisian di pos penjagaan pertama mengingatkan.

(gik/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini