Warga Sempat Panik, Dandim Kediri: Tidak Benar Ada Gas Beracun

Warga Sempat Panik, Dandim Kediri: Tidak Benar Ada Gas Beracun

Andhika Dwi - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2014 17:12 WIB
Warga Sempat Panik, Dandim Kediri: Tidak Benar Ada Gas Beracun
Kediri -

Isu menyesatkan sempat menghantui masyarakat Kecamatan Pare dan Puncu, Kabupaten Kediri sehari setelah Gunung Kelud meletus. Warga ketar ketir karena berhembus isu gas beracun. Namun, hal itu dipastikan hanya kabar burung.

Kabar yang membuat sempat membuat panik itu menyebutkan gas beracun dan lahar dingin mengalir menuju ke sejumlah desa terdekat Gunung Kelud.

Informasi yang beredar dari mulut ke mulut itu kontan memicu keresahan warga Desa Sukomoro, Puncu, Laharpang, Kecamatan Puncu, yang berada 10 Kilometer dari Kelud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Satuan Pelaksana Bencana Gunung Kelud Letkol Inf Heriady pun berusaha menenangkan masyarakat yang sudah terlanjur mempercayai isu itu.

"Semuanya tidak benar, tidak ada gas beracun maupun lahar dingin, karena anggota saya semuanya ada di sana dan mengawasi," tegas Heriady, Sabtu, (15/2/2014).

Letkol Inf Heriady yang juga Komandan Distrik Militer 0809 Kediri ini sekali lagi meminta masyarakat tidak mempercayai informasi-informasi yang tidak bersumber dari aparat keamanan atau petugas yang berwenang.

Isu itu memang membuat warga di Desa Sukomoro, berhamburan meninggalkan rumah karena ketakutan menjadi korban gas beracun dari Gunung Kelud. Mereka berbondong-bondong dengan mengendari motor meninggalkan desanya. Kepanikan itu terabadikan kamera seorang petugas relawan tagana.

"Saya dibilangin ada gas beracun, daripada saya takut dan ada apa-apa sama keluarga saya, saya ajak pergi saja mas," kata Agus, warga Sukomoro, yang sempat mau mengungsi karena isu itu.

Hingga Pukul 16.00 Wib, aparat dari TNI dan Polri berjaga dan meyakinkan masyarakat tidak ada gas beracun di kecamatan yang dilanda isu.

(/)


Berita Terkait