"Aliran bisa ke dalam dan ke luar negeri. Kita dapati juga pengaduan dari teman-teman di LSM. Kita harus verifikasi lagi di internal," kata Direktur Pemeriksaan dan Riset PPATK Ivan Yustiavandana usai diskusi 'Aliran Dana Buat Rakyat Jelita' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (15/2/2014).
Menurut Ivan, laporan itu masih harus ditelusuri, PPATK belum bisa memastikan soal aliran transaksi Wawan ke luar negeri itu. "Kalau pertanyaannya lari ke luar negeri atau nggak tanya ke KPK aja," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PPATK punya kerjasama dengan PPATK di luar negeri, kita tinggal kontak mereka untuk melakukan aset tracking," ucapnya.
Sementara, Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Ade Irawan, mengatakan aliran dana korupsi adik kandung Gubernur Banten yang terungkap saat ini masih sangat sederhana.
Kajian ICW dan LSM yang ada di Banten mendapati ada transaksi yang mengalir hingga di luar negeri, setidaknya dalam bentuk aset. "Patut diduga TCW dan anggota dinasti lain punya aset di luar negeri. KPK penting mengungkap ini. Dan kita tahu dari data PPATK keluarga mereka sering keluar negeri sehingga bisa dicek," ujar Ade.
Apalagi menurutnya, suami Walikota Tangerang Selatan itu pernah bermukim di luar negeri, yaitu Australia. "Dugaan kami di Australia dan Singapura dalam bentuk properti aset. Kita tidak katakan ada di sana, tapi harus dibuktikan," lanjutnya.
(bal/)











































