Tercatat 87 pengungsi harus menjalani perawatan di Pos Kesehatan Pujon. Mereka mayoritas mengalami gangguan saluran pernapasan.
"Hanya belasan orang yang masih harus ditangani serius dan enam orang lain kita rujuk ke rumah sakit untuk penanganan kesehatannya," kata Ahmad Subagyo petugas kesehatan di Pos Kesehatan Pujon Jl Abdul Manan Wijaya, Sabtu (15/2/2014).
Hujan abu vulkanik memang mulai reda. Debu dari abu vulkanik yang menumpuk di jalan serta rumah-rumah warga mulai berhamburan saat tertiup angin. Penanganan kesehatan juga dilakukan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) berada di sebelah timur kantor kecamatan.
Puluhan warga terpaksa menjalani perawatan di tempat tersebut. "Kalau yang parah kita bawa ke puskesmas," jelas Aguswo petugas medis di kesempatan terpisah.
Pemkab Malang sendiri sudah menyiapkan 14 MCK darurat untuk kebutuhan para pengungsi ini. Jumlah pengungsi mencapai ribuan orang, memaksa mereka harus mengantri berjam-jam.
"Kita masih berkoordinasi dengan pemprov agar bisa menambahkan MCK portabel," jelas Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Romdhoni di lokasi pengungsian.
(rvk/rvk)











































