Beberapa warga Pujon mulai membersihkan tempat tinggalnya dari abu vulkanik. Mereka juga menyemprotkan air ke jalan depan rumah. Agar debu tak beterbangan.
"Hujan abu sudah mulai reda sejak pagi tadi. Hanya sisa guyuran yang kemarin," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setyono, Sabtu (15/2/2014).
Bagyo mengaku, tetap waspada meskipun Kelud sudah tak menyemburkan material vulkanik ke wilayah Ngantang dan Kasembon.
"Tetap waspada, karena hari ini kita fokus evakuasi warga yang memilih bertahan," akunya.
Kondisi sama juga terjadi di wilayah Kasembon. Hujan abu vulkanik tak lagi mengguyur. Kendati sore hingga malam kemarin wilayah itu kembali diterjang abu vulkanik.
"Sudah reda mulai kemarin malam. Hanya debu beterbangan karena tertiup angin," ungkap Camat Kasembon Sholeh terpisah.
Ia menyebut jumlah pengungsi di wilayahnya sekitar 10.358 jiwa yang ditempatkan di tujuh titik. Kebutuhan sehari-sehari mulai dipenuhi untuk pengungsi. "Tapi tetap butuh obat-obatan, popok dan makanan bayi," sebut dia.
Arus lalu lintas pun dibuka kendati pengguna jalan tetap diharapkan hati-hati saat melintas.
(rvk/rvk)











































