"Yang terpenting jangan kembali dulu. Sebelum semua aman," ucap Soekarwo disela meninjau Posko Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (14/2/2014), sore.
Ia menegaskan, bagi warga tinggal di kawasan rawan bencana untuk sedikit bersabar sampai situasi kondusif.
"Pokoknya jangan terburu-buru pulang," tegas gubernur belum genap sepekan dilantik ini.
Soekarwo menginstruksikan, pemerintah daerah setempat untuk maksimal menangani bencana ini. Tanpa memikirkan kinerja sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Tinggalkan pekerjaan dinas. Harus fokus tangani bencana ini," perintahnya.
Soekarwo juga memerintahkan, kebutuhan sehari-hari pengungsi harus terpenuhi. Karena itu merupakan kebutuhan urgent bagi para pengungsi erupsi Gunung Kelud.
"Kebutuhan makan, minum. Intinya makanan cepat saji hatus tersedia, serta tempat tidur, air bersih dan MCK harus dipenuhi," tegasnya.
Ditanya alokasi anggaran digelontorkan bencana erupsi Gunung Kelud. Soekarwo menyebut tanpa batas. Dia juga mengungkapkan, sepuluh kepala keluarga enggan dievakuasi oleh petugas gabungan. Mereka merupakan warga Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang.
Meski demikian, petugas akan berupaya keras merayu para keluarga itu agar mau meninggalkan tempat tinggalnya.
"Kalau tetap tak mau, ya harus dipaksa," ujarnya.
Abu vulkanik kembali mengguyur ketika Soekarwo datang bersama Kapolda Jatim Irjen Unggung Cahyono bersama Pangdam V Brawijaya. Ketiganya sempat menemui para pengungsi yang berada di Kantor Kecamatan Pujon. Melihat kedatangan gubernur banyak ibu-ibu meminta susu dan makanan bayi. Kepada warga Soekarwo kembali berjanji akan memenuhinya.
(rvk/rvk)











































