Pemulangan itu dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Karo pada Jumat (14/2/2014). Dengan menggunakan sejumlah truk, para pengungsi itu diantarkan ke daerah asalnya, yakni Desa Batu Karang dan Desa Rimo Kayu, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Pengungsi asal Desa Batu Karang yang terdiri dari 956 keluarga atau 3.051 jiwa, selama ini mengungsi di posko pesantren Sirajulhuda. Sedangkan pengungsi asal Desa Rimo Kayu yang terdiri dari 253 keluarga atau 801 jiwa selama ini mengungsi di posko Losd Tongkoh.
“Pemulangan bertahap akan menyusul dilakukan untuk warga dua desa lagi dari kecamatan yang sama,” kata Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti di Kabanjahe.
Kedua desa yang dimaksud yakni Desa Ujung Payung dan Desa Cimbang, Kecamatan Payung. Sebelum proses pemulangan hari ini, warga dan pemerintah setempat sebelumnya sudah melakukan berbagai persiapan. Termasuk membersihkan tumpukan debu di rumah warga dan di sekitar fasilitas desa.
Seiring dengan pulangnya warga dua desa ini, maka jumlah pengungsi secara keseluruhan juga menurun. Data dari Posko Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung menyebutkan, pada hari ini jumlah pengungsi sebanyak 29.140 jiwa atau 9.212 keluarga yang tersebar di 42 posko penampungan.
Hingga hari ini Gunung Sinabung masih berstatus awas (Level IV), dan tidak dibenarkan ada aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung. Letusan disertai awan panas masih terus terjadi walau skalanya lebih kecil dibanding letusan 1 Februari lalu yang menyebabkan 17 orang tewas terkena awan panas.
(rul/rvk)











































