Dukun Pembuat Ramuan Ditahan

5 Orang Tewas di Slawi

Dukun Pembuat Ramuan Ditahan

- detikNews
Jumat, 03 Des 2004 17:58 WIB
Jakarta - Polisi membantah bahwa kasus meninggalnya lima orang di Slawi, Kabupaten Tegal karena melakukan bunuh diri massal. Kasus itu diduga kuat sebagai kasus perdukunan. Polisi sudah menahan dan memeriksa dukun pemberi ramuan yang diberikan kepada para korban. Hal ini disampaikan Kapolres Tegal AKBP Tri Nugroho saat dihubungi detikcom, Jumat (3/12/2004). "Kasus ini bukan bunuh diri massal. Kasus ini terjadi karena praktek perdukunan," kata dia. Menurut Kapolres, berdasarkan pemeriksaan sementara ini, para korban datang ke dukun yang berinisial 'Is' untuk minta agar usahanya sukses dan tambah rezeki. "Lantas, Is ini memberikan ramuan dan minuman yang sudah dijampi-jampi. Ramuan ini diminum para korban. Untuk sementara para korban tewas itu gara-gara meminum ramuan ini," kata Kapolres. Namun, polisi masih menelusuri lebih lanjut kasus ini. Termasuk, ramuan dari 'Is' ini telah dikirimkan dan diteliti di Puslabfor Polda Jawa Tengah. "Kita masih menunggu hasil penelitian Labfor tentang ramuan itu. Apakah ramuan itu mengandung racun, apa tidak," kata dia. Kapolres membenarkan, sejauh ini, korban tewas akibat kejadian adalah lima orang. Tiga korban tewas ditemukan di rumahnya masing-masing. Sedangkan dua orang tewas lainnya ditemukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sekuceng, Desa Talog, Kecamatan Pangkah.Kelima korban tewas ini telah dibawa polisi ke RS Susilo untuk divisum. "Dari lima korban tewas itu, satu jenazah sudah dimakamkan. Sedangkan empat mayat lainnya masih di RS, karena masih akan dilakukan otopsi," jelas Kapolres. Selain lima korban tewas, sebenarnya ada dua orang yang juga ikut meminum ramuan tersebut. Namun, keduanya bisa diselamatkan. "Keduanya sempat dilarikan ke RS, tapi sekarang sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya," kata dia. Menurut Kapolres, pihaknya telah melakukan pengejaran terhadap Is. "Dan hari ini, Is langsung kita tangkap dan kita periksa di Mapolres," jelas Kapolres. Is ditangkap di rumahnya di daerah Bumi Jawa, Slawi. Polisi mengetahui bahwa Is yang membuat ramuan, setelah memeriksa sejumlah saksi. Hasil keterangan sementara, Is mengaku telah membuat ramuan itu dan diberikan kepada para korban. "Keterangan lainnya masih kita dalami, termasuk apakah masih ada orang-orang lain yang diberikan ramuan tersebut," ujarnya. Kapolres juga menjelaskan, ramuan-ramuan itu diberikan Is kepada para korban saat melakukan pertemuan di rumah Rofiki, di Desa Kupu, Kecamatan Dukuh Turi, pada Kamis (2/12/2004) kemarin. "Jadi, Is yang datang ke rumah Rofiki itu. Ramuan itu harus diminum menjelang pukl 00.00," kata dia. Namun, dua jam setelah minum ramuan itu, para korban berjatuhan. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads