Beberapa tampak membaca Al-Qur'an kecil, memegang tasbih, membaca koran dan tiduran di kursi. Mereka adalah rombongan umroh yang baru pulang dari Makkah.
"Kami tiba di Bandara Soekarno Hatta tadi malam sekitar jam 00.30 WIB," kata Suyitno (58) di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014).
Suyitno merupakan rombongan yang berangkat umroh bersama 6 orang lansia tersebut. Total jumlah peserta umroh yang berangkat bersamanya adalah 12 orang. Sedianya mereka pulang ke Yogyakarta dengan pesawat.
"Harusnya balik ke Jogja pakai pesawat jam 07.00 WIB," katanya.
Ia dan 11 orang lainnya tersebut telah check in sekitar pukul 05.30 WIB. Namun karena kondisi Bandara Adi Sucipto terganggu abu vulkanik, keberangkatan pesawat terpaksa dibatalkan. Mereka akhirnya memutuskan untuk mencari tiket kereta di Stasiun Gambir.
"Ini masih nyari tiket kereta, katanya udah habis sih, tapi kita masih usaha dulu siapa tahu ada," ujarnya.
Jika tak dapat tiket kereta, Suyitno dan rombongannya akan pulang ke Yogyakarta dengan menumpang travel. "Yang penting pulang hari ini. Karena kasihan yang sudah tua-tua, sudah kelelahan belum istirahat," ujar pria asal Sleman, Yogyakarta tersebut.
Ia telah menghubungi keluarganya di rumah mengenai gangguan kepulangannya tersebut. Sementara kondisi di rumahnya saat ini diselimuti abu vulkanik cukup tebal.
"Kata anak saya di rumah, abunya jauh lebih tebal dari waktu erupsi Merapi. Tapi katanya masih aman sih asal pakai masker," tutupnya.
(kff/gah)











































