"Mereka nggak bisa mengendalikan pendukungnya. Tolong, untuk komite konvensi agar tegas membatasi suporter peserta konvensi," kata Ruhut saat dihubungi, Jumat (14/2/2014).
Meski Ruhut mengaku tak melihat langsung keributan itu, namun Ruhut mendapat informasi kejadian itu berlangsung pada debat sore hari. Kursi-kursi sempat dilempar saat keributan terjadi. Ruhut menilai, jumlah pendukung peserta konvensi yang membludak menjadi musababnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut melihat, jumlah massa terbanyak berasal dari pendukung peserta konvensi Dahlan Iskan. Bahkan Dahlan, menurut pantauan Ruhut, membawa 300 orang lebih. Kemudian peserta lain berlomba-lomba menyaingi kekuatan dukungan Dahlan.
"Aturannya jumlah suporter hanya 50 sampai 100 orang saja. Mungkin pendukung Marzuki Alie dan Irman Gusman terpancing membawa masa yang banyak juga (saat keributan kemarin terjadi). Tapi yang saya dengar masalah itu sudah selesai kemarin saja," kata Ruhut.
Namun demikian, Ruhut menyatakan tim Pramono Edhie tak terpancing memobilisasi massa dalam jumlah yang kelewat banyak. Menurutnya, tak Pramono Edhie cukup membawa sedikit saja pendukungnya, agar situasi menjadi lebih tertib.
"Tapi Pak Pramono tidak membawa lebih dari 50 orang," tandasnya.
(dnu/van)










































