Dianugerahi Pria Berbusana Terbaik, Roy Suryo Kian Pede Jadi Caleg

Mengintip Biodata Caleg 2014

Dianugerahi Pria Berbusana Terbaik, Roy Suryo Kian Pede Jadi Caleg

Ropesta Sitorus, Hardani Triyoga - detikNews
Jumat, 14 Feb 2014 15:22 WIB
Dianugerahi Pria Berbusana Terbaik, Roy Suryo Kian Pede Jadi Caleg
Roy Suryo. (foto-detikcom)
Jakarta - Formulir biodata calon anggota legislatif Roy Suryo terdiri dari tiga lembar. Berbeda dengan caleg lain yang rata-rata hanya dua lembar. Politisi Partai Demokrat itu mencantumkan semua penghargaan, riwayat pendidikan, dan riwayat organisasi secara lengkap.

Ada 17 kursus dan 20 tanda penghargaan yang dia cantumkan dalam biodata untuk Komisi Pemilihan Umum. Sejumlah penghargaan yang pernah dia dapat antara lain; 'Pria Berbusana Terbaik tahun 2004'.

Penghargaan tersebut diperoleh Roy Suryo dari Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) dan Yayasan Putri Indonesia (YPI) pada tahun 2004. Pria yang kini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu menganggap penghargaan ini cukup penting.

Apalagi, menurut dia saat itu jarang pria yang mendapat penghargaan resmi dari YAPMI dan YPI. “Saya hanya menulis fakta saja. Itupun masih banyak (penghargaan) yang belum ditulis,” kata Roy dalam pesan singkatnya kepada detikcom Kamis (13/2) kemarin.



Selain penghargaan pria berbusana terbaik, lelaki berkumis ini juga mencamtumkan berbagai penghargaan lain seperti Sertifikat MercedesBenz Safety Driver 2007-2008. Penghargaan ini dianggapnya juga penting karena ia memperolehnya hingga 2013. Lagipula, penghargaan tersebut hanya beberapa orang yang meraihnya. “Ini penting karena memang jarang yang bisa,” kata Roy.

Roy menambahkan, pencantuman penghargaan ini menyesuaikan keharusan kolom yang diisi untuk biodata. Meski memang tidak berhubungan langsung dengan kinerja dia saat nanti menjadi anggota dewan.

Dia mengaku tidak memiliki tujuan tertentu saat mencantumkan penghargaan sebagai, 'Pria Berbusana Terbaik tahun 2004'. “Saya hanya menulis sesuai tahapan proses saja dan saya rasa enggak masalah,” kata mantan Anggota Komisi I DPR itu.

Pengamat politik dari Pol Tracking Institute, Hanta Yudha mengatakan pengisian kolom biodata caleg tidak berhubungan dengan kinerja sebagai anggota dewan. Namun menurut dia meski sepele, namun mestinya caleg mengisi data dengan serius.

Pasalnya, meski persoalan sepele tapi biodata ini akan dibaca oleh publik dan yang dirugikan adalah partai kalau kadernya dianggap tidak serius. “Kalau masalah sepele ini saja tidak diperhatikan, bagaimana yang substansial. Ini kan menandakan ketidak berhasilan parpol menjaring kadernya,” kata Hanta.

(erd/erd)



Berita Terkait