"Saya melihat, jangan sampai isu itu menjadi isu politik dan pembunuhan karakter menjelang Pemilu 2014," kata Ketua DPP Hanura Ali Kastela saat dihubungi detikcom, Jumat (14/2/2014).
Menurutnya, masyarakat saat ini sudah cukup dewasa untuk menyikapi isu liar jelang Pemilu semacam itu. Jika tidak disikapi dengan dewasa, isu ini bisa jadi mengadu domba elemen-elemen di bangsa ini.
"Jangan sampai antar anak bangsa diadu domba kepentingan dan isu yang tidak proporsional," ujar Ali.
Saat reformasi bergolak, Prabowo diberhentikan dari jabatannya di TNI. Saat itu, Presiden Indonesia adalah BJ Habibie dan Panglima TNI-nya adalah Wiranto.
Isu-isu pelanggaran HAM juga sempat nyaring terdengar menyertai sosok Prabowo. Kabar penolakan dari AS terhadapnya kemudian menyeruak. Namun Hashim menyatakan bukan hanya Prabowo saja, namun juga ada nama Wiranto yang ditolak Amerika.
"Beliau netral-netral saja, dan fair (terhadap Amerika). Masalah HAM itu sudah selesai. Jangan sampai kepentingan lain menjadi alasan," tandas Ali.
(dnu/van)











































