Kapolri Jendral Sutarman mengatakan, letusan Gunung Kelud terjadi hingga pukul 00.05 WIB. Saking banyak muntahan gunung tersebut, ada sebagian material yang menerjang tempat pengungsian.
"Atapnya roboh menimpa 2 orang, 2 orang meninggal ketimpa atap ada 80 tahun dan 70 tahun," kata Sutarman di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014).
Terkait pengamanan, personel polisi sudah ditempatkan hingga radius 10 Km. Tugasnya untuk mengimbau agar jangan mendekat lereng gunung.
Kapolri juga memerintahkan Kapolda Jawa Timur untuk ikut membantu kelancaran dan pengamanan lalu lintas. Debu yang tebal serta jarak pandang yang tipis dikhawatirkan membahayakan pengendara kendaraan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho membenarkan informasi tersebut. Selain dua orang korban meninggal, ada 100.248 orang yang mengungsi.
"Korban meninggal adalah: 1). Sail (60 th, L) warga RT 12/04 Dusun Ngutut, Desa Pandansari, Kec. Ngantang. Kab Malang. Korban meninggal di bawah meja karena atap rumahnya roboh, dan 2) Pontini (65 th, P), warga Dsn Plumbang, Desa Pandansari, Kec Ngantang, Kab Malang karena tertimpa tembok yang roboh. Robohnya rumah atau bangunan karena menahan beban pasir di bagian atap rumah yang konstruksinya kurang kuat. Jadi korban meninggal dunia bukan akibat dampak langsung dari erupsi, tetapi karena kecelakaan (musibah) atau dampak lain dari erupsi," papar Sutopo.
(mok/mpr)











































