Misalnya nama dan riwayat pendidikan. Adapun kolom lain seperti riwayat organisasi, tanda penghargaan, riwayat pekerjaan tidak diisi sama sekali. Dia pun beralasan simpel. “Lebih baik dikosongkan daripada nulis enggak-enggak. Waktu itu juga hampir batas penutupan,” kata Destiara kepada detikcom, Kamis (13/2) kemarin.
Pesohor yang menjadi caleg dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia untuk Dewan Perwakilan Rakyat RI ini mengaku tak ingin berlebihan. “Memang seperti itu kan. Kalau memang tidak harus ditulis ya masak nulis mengada-ada. Kan enggak mungkin,” kata Destiara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini Destiara tercatat sebagai caleg PKPI nomor urut enam untuk dapil Jawa Barat VIII yang mencakup Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Meski sudah menjadi caleg, perempuan ini belum berhenti dari aktivitasnya sebagai model.
Anggota Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia mengatakan untuk pertama kalinya pihaknya mempublikasikan biodata para calon legislator. Lewat kemajuan teknologi ini, biodata para caleg bisa diunduh oleh calon pemilih dan masyarakat umum di situs dct[dot]kpu[dot]go[dot]id.
“Baru diadakan pada pemilu sekarang, pemilu periode lalu enggak ada,” kata Ferry Kurnia ketika berbincang dengan detikcom, usai sosialisasi Pemilu di Hotel Royal Kuningan, Kamis (13/2) kemarin.
Uniknya, publikasi ini dilakukan dengan men-scan CV para caleg. Dengan demikian tidak ada campur tangan KPU untuk “memoles” biodata tersebut. CV ditampilkan apa adanya sesuai yang diisi oleh masing-masing caleg. Ferry berujar, dengan metode tersebut, KPU tidak akan disalahkan jika ditemukan caleg yang merekayasa biodatanya.
(erd/erd)











































