"Yang jelas abu itu bisa menjadi inti kondensasi, atau menyerap uap air kalau skalanya tidak terlalu banyak. Kalau terlalu banyak debu dibanding uap air, uap airnya menghilang, jadi tak ada pertumbuhan awan," kata Kepala Bidang Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto saat dihubungi detikcom, Jumat (14/2/2014).
Jadi, kota-kota yang terselimuti debu Gunung Kelud cuacanya akan kering. "Ya bisa dibilang seperti itu, kering, terselimuti debu. Awannya jadi kurang," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(nwk/mad)










































