Saat Jenderal Pramono Serang Balik Adik Jenderal Prabowo

Saat Jenderal Pramono Serang Balik Adik Jenderal Prabowo

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 14 Feb 2014 10:40 WIB
Saat Jenderal Pramono Serang Balik Adik Jenderal Prabowo
Jakarta - Adik Letjen (Purn) Prabowo Subianto menuding Jenderal (Purn) Pramono Edhie ditolak Amerika Serikat. Capres PD itu pun langsung bersuara lantang ke arah adik Prabowo, seolah pernyataan adik mantan Danjen Kopassus itu memicu perang jenderal di Pilpres 2014.

"Menuduh seseorang bahwa seseorang dinyatakan oleh negara lain melakukan pelanggaran HAM, adalah pelanggaran HAM itu sendiri," kata Pramono Edhie dalam siaran pers, Kamis (13/2).

Pramono Edhie tak terima dibilang ditolak Amerika Serikat. Pramono lantas membuka deretan kedekatannya dengan AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain pernah menjalani pendidikan special forces di Amerika Serikat pada tahun 1985, 1986 dan 1998. Tahun 2012 silam, saya kembali mengunjungi Amerika Serikat, tepatnya di Pangkalan Komando Militer Amerika Serikat-US Asia Pacific Command (USPACOM) di Hawai dalam kapasitas saya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat," bebernya.

Pramono juga mengungkit kedekatannya dengan Presiden AS Barrack Obama. Tak bisa dipungkiri, serangan Hashim bak geledek di siang bolong dan memantik reaksi keras para jenderal yang disebutnya ditolak Amerika. Bukan apa-apa, para jenderal itu juga berambisi jadi presiden RI berikutnya sama seperti Prabowo.

Awalnya Hashim hanya membuka fakta bahwa tak hanya kakaknya yang ditolak Amerika. Namun ada 7 jenderal yang ditolak negeri Paman Sam itu. Persoalannya adalah masalah HAM di masa lalu. Hashim mengaku mendapatkan informasi sahih itu dari hasil 8 kali mondar-mandir bertemu orang penting di Washington.

"Prabowo hanya 1 dari 7 jenderal yang ditolak Amerika. Ada 7 jenderal yang di blacklist, tidak hanya Prabowo, catat itu! Ada Pak Sjafri masih ditolak, Pak Wiranto, Pramono Edhie, Zacky Anwar Makarim. Jadi ada 7 atau 8 jenderal yang diblacklist," kata Hashim saat berkunjung ke redaksi Trans TV, Jl. Kapten P. Tendean no 12-14A, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2014).

Menanggapi serangan balik jenderal yang disebutnya itu, Hashim pun angkat bicara. Simak berita berikutnya.

(van/tor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads