Letusan Gunung Kelud, Warga Boyolali Masih dengar Suara Gemuruh

Letusan Gunung Kelud, Warga Boyolali Masih dengar Suara Gemuruh

Ahmad Toriq - detikNews
Jumat, 14 Feb 2014 10:11 WIB
Letusan Gunung Kelud, Warga Boyolali Masih dengar Suara Gemuruh
Suasana di Jl Boyolali-Ampel (Foto: Priyadi/pembaca detikcom)
Jakarta - Letusan Gunung Kelud diikuti dengan hujan abu mengguyur tanah Jawa. Selain abu, suara gemuruh juga terus terdengar.

"Kalau hujan abu sudah tidak begitu banyak, tapi yang bahaya itu kalau ada angin," kata pembaca detikcom Priyadi Wiryana saat dihubungi, Jumat (14/2/2014).

Angin yang berhembus di wilayah Boyolali menyebabkan debu-debu beterbangan. Debu vulkanik yang menyelimuti wilayah penghasil susu itu memang cukup tebal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terutama di jalan raya, mobil lewat langsung debunya beterbangan. Bahaya untuk warga-warga yang beraktivitas di jalan. Jalan raya licin, jarak pandang juga terbatas, sekitar 10-15 meter," ujarnya.

Priyadi juga mengaku mendengar suara gemuruh. Suara gemuruh itu terus terdengar sejak semalam. Saat Gunung Kelud meletus, suaranya menggelegar seperti suara petir.

"Kita masih terus mendengar suara gemuruh," imbuh Priyadi.

Suasana saat ini di Boyolali sudah berangsur membaik. Matahari juga mulai muncul, menyinari Boyolali yang sempat gelap. Namun potensi penyakit akibat debu vulkanik masih mengintai.

Saat ini Priyadi dan teman-temannya di komunitas Reta sedang membagi-bagikan masker kepada warga. Mereka juga sudah menghubungi pemadam kebakaran untuk melakukan penyiraman di beberapa titik di Boyolali.



(tor/trw)


Berita Terkait