"Kalau hujan abu sudah tidak begitu banyak, tapi yang bahaya itu kalau ada angin," kata pembaca detikcom Priyadi Wiryana saat dihubungi, Jumat (14/2/2014).
Angin yang berhembus di wilayah Boyolali menyebabkan debu-debu beterbangan. Debu vulkanik yang menyelimuti wilayah penghasil susu itu memang cukup tebal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyadi juga mengaku mendengar suara gemuruh. Suara gemuruh itu terus terdengar sejak semalam. Saat Gunung Kelud meletus, suaranya menggelegar seperti suara petir.
"Kita masih terus mendengar suara gemuruh," imbuh Priyadi.
Suasana saat ini di Boyolali sudah berangsur membaik. Matahari juga mulai muncul, menyinari Boyolali yang sempat gelap. Namun potensi penyakit akibat debu vulkanik masih mengintai.
Saat ini Priyadi dan teman-temannya di komunitas Reta sedang membagi-bagikan masker kepada warga. Mereka juga sudah menghubungi pemadam kebakaran untuk melakukan penyiraman di beberapa titik di Boyolali.
(tor/trw)











































