Adapun, simulasi digelar usai solat Jumat atau sekitar pukul 13.00 WIB. Pada simulasi ini, akan dihadiri oleh sejumlah hakim konstitusi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto memastikan pihaknya tidak akan melakukan penutupan arus lalu lintas di depan gedung MK ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam simulasi ini, diskenariokan terjadi sidang sengketa dalam Pilpres (Pemilihan Presiden) dan Pileg (Pemilihan Legislatif). Di mana nantinya ada pihak dari kubu yang tidak puas akan mengacaukan jalannya persidangan.
"Tindakan pertama yang kita lakukan yaitu mengevakuasi hakim konstitusi," imbuhnya.
Selama sidang sengketa ini, akan ditempatkan personil kepolisian di dalam ruang sidang. Sementara di luar ruang sidang juga disiapkan ratusan personil.
"Kita sudah buat jalur evakuasinya. Jadi begitu terjadi kekacauan di dalam ruang sidang, kita bisa dengan segera mengambil tindakan untuk mengevakuasi hakim," jelasnya.
Simulasi di gedung MK ini melibatkan 400 personil dari Satuan Brimob, Satuan Reserse, Satuan Sabhara dan Satuan Intel. Personil polisi ada yang berperan sebagai aparat kepolisian pengamanan itu sendiri dan berperan sebagai pendukung massa.
Setelah simulasi di MK, kegiatan serupa akan dilakukan di gedung DPR/MPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa (18/2) mendatang dengan konsep skenario yang sama.
(mei/ndr)











































