Pensiunan Guru yang Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibunuh Orang Dekat

Pensiunan Guru yang Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibunuh Orang Dekat

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 13 Feb 2014 18:39 WIB
Pensiunan Guru yang Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibunuh Orang Dekat
Jakarta -

Muslim Azhuri (65) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jl Al Muslihun, Gang Riman No 14 RT 7/10, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jaksel, Sabtu (8/2) subuh. Pensiunan guru agama pegawai negeri sipil (PNS) itu diduga dibunuh orang dekat.

"Diduga kuat pelakunya orang dekat. Penyidik saat ini sedang mengumpulkan data-data dan olah TKP berkali-kali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/2/2014).

Rikwanto mengatakan, penyidik Polres Jakarta Selatan sudah melakukan olah TKP sebanyak 4 kali untuk mencari bukti-bukti dalam kasus tersebut. Sementara 12 saksi telah diperiksa penyidik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saksi ada tetangga dan ada keluarga. Perlu scientific investigation, walaupun diduga dari (pelakunya) orang-orang terdekat," kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, korban diduga dibunuh karena kematiannya tidak wajar. Saat ditemukan, korban tewas dalam kondisi luka bacok di bagian kepala, tangan, kaki serta perut yang ususnya terburai.

Di sisi lain, pihak keluarga merusak TKP dengan langsung membersihkan noda darah di lantai. Keluarga juga tidak langsung melaporkan peristiwa tewasnya korban itu ke pihak kepolisian.

"Setelah kejadian, ada yang membersihkan dan alasannya katena kotor dan akan digunakan untuk acara selamatan. Apa benar niatnya begitu atau menghilangkan TKP," katanya.

Korban pertama kali ditemukan tewas oleh oleh anaknya yang bernama Chairunnisa dan M Rizky. Kaget melihat sang ayah tergeletak dalam keadaan mengenaskan, kedua anak M langsung membawa ayahnya ke Rumah Sakit Fatmawati.

Dari hasil olah TKP saat itu, ditemukan barang bukti berupa sebilah golok yang saat ini telah diamankan polisi. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki pelaku serta motif pembunuhan tersebut.



(mei/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini