Soal Desakan Mundur, AS Enggan Dukung Kofi Annan
Jumat, 03 Des 2004 14:50 WIB
Jakarta - Dukungan terus mengalir terhadap Sekjen PBB Kofi Annan yang disudutkan seputar dugaan korupsi dalam program penjualan minyak Irak yang dikelola PBB. Empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB -- Inggris, Jerman, Prancis, Rusia dan Cina menyatakan dukungannya kepada Annan di tengah timbulnya desakan bagi pemimpin badan dunia itu untuk mundur."Annan bekerja dengan hebat sebagai Sekjen," tukas Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jack Straw dalam sebuah statemen yang dirilis di New York, AS, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (3/12/2004).Pernyataan ini mengikuti statemen dukungan bagi Annan yang disampaikan negara-negara besar lainnya sekaligus anggota PBB. Bagaimana dengan Amerika Serikat, yang juga merupakan anggota tetap DK PBB? Presiden George W Bush enggan memberikan dukungan secara eksplisit kepada Annan. Ketika ditanya wartawan apakah Annan harus mundur, Bush hanya menjawab secara diplomatis. "Saya menantikan pengungkapan sepenuhnya fakta-fakta itu, mendapatkan keterangan yang jujur tentang apa yang terjadi. Dan penting bagi integritas organisasi tersebut untuk mendapatkan pengungkapan penuh dan terbuka akan semua yang terjadi pada program minyak-untuk-pangan," tutur Bush.Sebelumnya, seorang Senator AS Norm Coleman menyerukan Annan untuk mengundurkan diri. Coleman adalah pemimpin komite penyelidik penyelewengan dalam program minyak-untuk-pangan Irak yang diawasi PBB. Dicetuskan Republikan itu, Annan hendaknya mundur karena masalah dalam program tersebut terjadi selama PBB berada di bawah pengawasannya.Program oil-for-food yang dikelola sekretariat PBB dan diawasi 15 anggota Dewan Keamanan PBB, mengizinkan Irak menjual minyaknya untuk membeli barang-barang kebutuhan sipil, termasuk bahan pangan dan obat-obatan. Program dijalankan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat sanksi ekonomi PBB yang dijatuhkan pada Irak semasa rezim Saddam Hussein.Presiden Prancis Jacques Chirac dan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder juga menyuarakan dukungan mereka bagi Annan. Kedua pemimpin itu menelepon Annan dan menyampaikan "pesan persahabatan dan dukungan atas kerjanya dalam bidang perdamaian, perkembangan dan reformasi PBB," demikian ujar pejabat Prancis.
(ita/)











































