Mencapreskan Tokoh Muda Dapat Menekan Angka Golput di Kalangan Pemuda

Mencapreskan Tokoh Muda Dapat Menekan Angka Golput di Kalangan Pemuda

- detikNews
Kamis, 13 Feb 2014 09:00 WIB
Mencapreskan Tokoh Muda Dapat Menekan Angka Golput di Kalangan Pemuda
Jakarta - Lima tokoh nasional yang tergabung dalam Komunike Bangsa Peduli Indonesia (KBPI) melayangkan tantangan kepada 19 tokoh alternatif untuk menjadi capres. Direktur Youth Studies Centre (YouSure) FISIPOL UGM Najib Azca menyatakan bahwa kalangan pemuda sangat mengapresiasi munculnya tokoh alternatif.

"Antusiasme pemuda sangat tinggi kepada tokoh-tokoh alternatif. Kalangan pemuda membutuhkan harapan-harapan baru. Tokoh-tokoh yang dimuncunculkan sebagai alternatif adalah upaya meretas kebekuan yang selama ini jarang diwacanakan untuk mendapat apresiasi publik," ujar Najib saat berbincang, Rabu (12/2/2014) malam.

Pemuda cenderung menginginkan tokoh alternatif ketimbang tokoh lama. Potensi golput dari kalangan pemuda akan tinggi bila tokoh-tokoh lama dicalonkan kembali.

"Tapi sayangnya tokoh-tokoh muda alternatif tidak memiliki kendaraan politik, mereka tidak punya saluran. Sementara partai politik yang ada cenderung oligarkhi, saya kira solusinya adalah memberi kesempatan kepada tokoh-tokoh muda alternatif ini," tutur Najib.

Menurut Najib kalangan pemilih pemula yang merupakan pemuda cukup menentukan dalam Pemilu. Pemuda yang memiliki hak suara adalah berusia 17 hingga 30 tahun.

Tokoh-tokoh alternatif yang ditantang oleh KBPI adalah:

Birokrat (Kepala Daerah)

1. Tri Rismaharini (Walikota Surabaya)
2. Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung)
3. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng)
4. Suyoto (Bupati Bojonegoro)
5. Rustriningsih (Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah)

Pemimpin Bisnis (CEO)

1. Dr Tahir (Founder Mayapada Group)
2. Agung Prasetyo (CEO Kompas Gramedia Group)
3. Chairul Tanjung (CEO CT Corp)
4. Beti Alisyahbana (ex CEO IBM Asia Pasifik)
5. Emirsyah Satar (CEO Garuda Indonesia)
6. Ignasius Jonan (CEO KAI)
7. Sudhamex (CEO Garuda Food)
8 Sri Mulyani (Direksi World Bank)

Penggiat Sosial

1. Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden RI/ Ketua PMI)
2. Tri Mumpuni (Wirausaha Sosial)
3. Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum PP Muslimat NU)

Intelektual (Akademisi)

1. Imam Prasodjo
2. Faisal Basri
3. Onno W. Purbo


(bpn/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads