Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum DKI Juaini menyebutkan alokasi untuk membeton jalan sekitar Rp 145 miliar yang berasal dari dana APBD tahun ini.
Proses pembetonan ini dilakukan secara bertahap di lima wilayah ibu kota. "Karena keterbatasan petugas serta kondisi cuaca masih hujan, tidak bisa dilakukan secara serentak," ujar Juaini saat dihubungi detikcom, Selasa (11/02/2014).
Dia menjelaskan pembetonan jalan bakal diprioritaskan di titik-titik jalan yang memang rawan rusak karena genangan banjir ataupun lintasan kendaraan berat. Di antaranya di ruas Jalan Abdullah Syafei, Otto Iskandar Dinata, dan Simpang Lima Semper.

Selain itu, jalur koridor Transjakarta juga bakal direncanakan dibeton tahun ini. “Pelan-pelan karena kami terus koordinasi dengan masing-masing wilayah. Mereka yang nantinya memberikan informasi,” kata Juaini.
Kementerian Pekerjaan Umum mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI yang akan membeton ruas jalan yang rusak pascabanjir secara bertahap. Hal ini memang solusi terbaik mengingat status Jakarta sebagai wilayah yang rawan banjir. Memang sudah seharusnya,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Danis Sumadilaga kepada detikcom, Senin (10/02).
Danis mengatakan pihaknya akan koordinasi dengan Dinas PU DKI terkait perbaikan jalan. Menurutnya, memang ada tanggung jawab untuk setiap ruas jalan di Jakarta.
Dia menjelaskan kalau ruas jalan protokol serta lokal menjadi wewenang Dinas Pekerjaan Umum DKI dengan jajaran suku dinas masing-masing wilayah. Adapun ruas jalan nasional menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Beberapa ruas jalan nasional yang menjadi wewenang Kementerian PU antara lain Jalan Gatot Subroto, S. Parman, RE Martadinata, dan Cakung-Cilincing.
Namun, ditanya anggaran, dia mengaku tidak hafal. “Anggaran banyak buat DKI. Ini kan juga sama di beberapa daerah di beton jalannya. Bagus kalau memang dibeton jadi lebih kuat,” katanya.
(hat/brn)











































