Orangtua TKI Terancam Hukuman Mati Berangkat ke Malaysia

Orangtua TKI Terancam Hukuman Mati Berangkat ke Malaysia

- detikNews
Jumat, 03 Des 2004 10:36 WIB
Surabaya - Kedua orangtua Herlina Ernawati (22 tahun), TKI yang terancam hukuman gantung di Malaysia hari ini Jumat (3/12/2004) akan berangkat ke Malaysia. Sutrisno dan Nanik Indrawati berangkat sore nanti pukul 18.15 WIB dengan menggunakan pesawat Air Asia dari Bandara Djuanda langsung menuju ke Kuala Lumpur Malaysia. Selain kedua orangtua Herlina Ernawati, akan ikut mendampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tramsmigrasi Jawa Timur M Jaelani dan Presiden Aliansi Buruh Migran Jawa Timur Djafar Shodiq."Kita akan berangkat dari sekretariat ABM (Aliansi Buruh Migran) pukul 16. OO WIB. Semua biaya ditanggung PT Jatim Sukses Karya Bersama,"ujar Djafar saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (3/12/2004).Mantan calon anggota legislatif PKB yang gagal dari daerah pemilihan Blitar ini ketika ditanya berapa lama rombongan akan berada di Malaysia, mengaku belum tahu. "Kita belum. Jadwal pertemuan dengan Herlina Ernawati yang mengatur KBRI Kuala Lumpur. Sebagai orangtua mereka akan memberikan dukungan moral, sekaligus akan minta pengampunan kepada pihak Malaysia," ujar Djafar.Agenda lain yang akan dilakukan ABM, menurut Djafar, antara lain akan meminta data kepada KBRI Kuala Lumpur mengenai adanya 12 orang tenaga kerja Indonesia yang terancam hukuman gantung di sana. "Kita belum tahu persis di antaranya mereka tersangkut narkoba. Informasi itu berdasarkan informasi KBRI makanya kita akan minta data komplet," tambahnya.Eksekusai Ernawasi sampai sekarang belum jelas kapan akan dilakukan karena proses hukum belum final. "Masih ada 3 proses yang akan dilalui, pertama banding, tingkat kasasi dan terakhir pengampunan dari pemerintah," imbuh Djafar. Herlina Ernawati, TKI asal Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur ini divonis hukuman mati dengan cara digantung oleh pengadilan Malaysia. Ia dituduh membunuh majikannya, Ny Sun Lai Chuan. Kejadian pada bulan Agustus 2001 ini terjadi setelah Herlina dan Sun Lai Chuan terlibat perkelahian. (jon/)


Berita Terkait