Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Asraf Ali menganggap Dinas PU DKI tidak responsif terhadap kerusakan jalan pascabanjir. Ia menyebut Dinas PU sebagai mesin tua yang tidak memahami keinginan atasan serta persoalan publik.
“Bukan lamban, tapi kagak responsif. Ini udah banyak korban karena jalan rusak baru sekarang aktif. Alasannya banyak banget dah,” kata Asraf geram saat dihubungi detikcom, Rabu (12/02/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya, kata dia, ada upaya serentak di lima wilayah pemerintah kota untuk menambal jalan rusak dengan aspal. Meski hanya sementara, tapi cara ini yang lebih realistis. Dibandingkan kengototan membeton jalan tapi cuaca masih hujan dan bisa berdampak kemacetan.
“Kalau banyak nunggu ya susah, banyak korban. Lakukan penambalan dulu lah. Tambalisasi itu kayak di Pasar Rumput," ujar dia. "Kalau mau ngotot beton, ya udah keringin jalan, kan ada mesin pemanas, pengering. Jangan banyak alasan ini musim hujan lah,” kata Asraf meneruskan.
Kepala Dinas PU DKI Manggas Rudy Siahaan, mengatakan alasan pemilihan beton dibandingkan aspal karena lebih awet dan perawatannya pun mudah. Kalau pembetonan hanya empat atau lima tahun sekali buat perawatan dibandingkan aspal hotmix yang perlu enam bulan sekali.
Selama ini, ujar Manggas, aspal hotmix lebih banyak dipakai untuk beberapa ruas jalan Jakarta. “Ini kan karena musim hujan yang deras dan beban volume kendaraan yang lewat. Kualitas jalan juga masih kurang,” kata Manggas saat ditemui detikcom, Selasa (11/02/2014).
Dia menambahkan proses membeton jalan ini selain harus tidak dalam kondisi hujan, saat mengecor intensitas kendaraan yang melintas pun harus jarang sehigga biasanya dilakukan pada malam hari. Beberapa ruas jalan yang sudah dilakukan pembetonan antara lain Jalan Gunung Sahari dan Plumpang.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Sudin PU Jakarta Selatan, Harry Hamdani, menyebutkan material penambalan yang digunakan berupa hotmix aspal. “Kalau yang masih posisi jalan tidak cekungan kita pakai aspal,” kata Harry ketika berbincang lewat telepon dengan detikcom, Rabu (12/1).
Sejauh ini hotmix beton baru digunakan di jalan akses UI-Lenteng Agung (kolong fly over) dan di Abdullah Syafei, Kampung Melayu, yang memang di dalam anggaran Dinas PU provinsi.
(hty/brn)











































