Ahok: Ekonomi Membaik, Penumpang Mulai Tinggalkan Bus Umum

Ahok: Ekonomi Membaik, Penumpang Mulai Tinggalkan Bus Umum

- detikNews
Rabu, 12 Feb 2014 13:55 WIB
Ahok: Ekonomi Membaik, Penumpang Mulai Tinggalkan Bus Umum
Ilustrasi
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan pangsa pasar Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) berbeda dengan angkutan kota yang selama ini ada. Menurutnya, kondisi ekonomi penumpang bus bertarif 3 ribu kini sudah membaik. Mereka pun mulai meninggalkan bus kota sebagai moda transportasi.

"Ini kan berdasarkan hasil survei, bahwa orang yang naik bus (bertarif) Rp 2 ribu atau Rp 3 ribu, ekonominya (kini) membaik. Dia tidak mau naik bus lagi," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2014).

Ahok menilai, berpindahnya para penumpang ke sarana transportasi lain disebabkan buruknya kondisi angkutan kota. Kebersihan, keamanan dan kenyamanan jadi faktor utama bagi penumpang untuk tetap menggunakan angkot atau memiliki kendaraan sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak pakai seragam, ngetem sembarangan, muter sebarangan, nurunin penumpang sembarangan. Orang terpaksa, nggak punya duit baru naik bus. Makanya yang naik bis itu merosot,"

Melihat kondisi ini, Ahok menjelaskan pihaknya mencari cara bagaimana memindahkan masyarakat kelas menengah agar mau menggunakan transportasi umum.

Untuk itu, Pemprov DKI menyediakan bus dengan harga dua kali lipat lebih mahal. Ahok menjelaskan, BKTB tak menggunakan jalur angkot tapi masuk ke perumahan.

"Kalo motong jalur ya pasti dong," kata Ahok.

"Lalu Anda merasa penumpang kurang merasa sepi. Memang teorinya makin lama akan mati kok. Karena (sebenarnya) orang tepaksa naik angkot itu. Tapi kalau orang yang punya duit, nggak mau," ujarnya.

(/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini