Bagaimana Cara Pastor Herman Sembunyikan 3 Mayat dalam 10 Tahun?

Bagaimana Cara Pastor Herman Sembunyikan 3 Mayat dalam 10 Tahun?

- detikNews
Rabu, 12 Feb 2014 13:55 WIB
Bagaimana Cara Pastor Herman Sembunyikan 3 Mayat dalam 10 Tahun?
Jakarta - Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Mungkin ini peribahasa yang tepat buat Pastor Herman Jumat Masan. Selama 10 tahun menyembunyikan pembunuhan, akhirnya terungkap juga. Herman pun dihukum mati oleh Mahkamah Agung (MA).

Herman membunuh bayi yang baru keluar pada 1999 hasil hubungannya dengan Suster Grace. Lantas pada 2002, bayi keduanya juga dibunuh lagi. Sembilan hari setelahnya, Grace meninggal dunia dan ketiganya dikebumikan berjejeran di samping rumah dekat kamar tidur.

Usai mengubur Grace, Herman menulis surat ke orang tua Grace. Dalam suratnya, seolah-olah Herman sebagai Grace dan meminta orangtua Grace tidak usah mencarinya karena pindah tugas ke Jakarta.

Meski demikian, keluarga Grace tetap tidak percaya dan terus mencari keberadaan Grace. Lalu muncul surat Grace yang menyatakan dirinya pindah tugas lagi ke Kalimantan. Tapi lagi-lagi surat itu bikinan Herman, semata-mata untuk mengelabui keluarga Grace. Setelah itu muncul surat lagi yang menyatakan Grace seolah-olah dipindahkan ke Bandung.

Namun sepandai-pandainya menutup bau busuk, akhirnya terungkap juga. Bermula saat kekasih Herman, Sofi yang menceritakan hal itu ke keluarga Grace. Lantas digalilah kuburan Grace dan ditemukan rambut, tulang belulang, kawat gigi dan cincin bertuliskan MG.

Atas bukti itu, Herman tidak bisa mengelak. Pada 19 Agustus 2013, Pengadilan Negeri Maumere menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Putusan ini dikuatkan pengadilan tinggi. Vonis ini lalu diperberat pada 11 Februari 2014 dimana MA menjatuhkan hukuman mati kepada pastor Herman. Duduk sebagai majelis hakim Timur Manurung, Dr Dudu Duswara dan Prof Dr Gayus Lumbuun.

"Saya tidak pro hukuman mati. Tapi untuk hal-hal seperti ini, perlu efek
penjeraan, agar publik tidak mudah merencanakan sesuatu pembunuhan yang sekarang marak dimana-mana," tutur Gayus, Rabu (12/2/2014).


(asp/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads