Survei LSJ: Partai Nasionalis Tinggalkan Jauh Partai Islam

Survei LSJ: Partai Nasionalis Tinggalkan Jauh Partai Islam

Moksa Hutasoit - detikNews
Rabu, 12 Feb 2014 13:32 WIB
Survei LSJ: Partai Nasionalis Tinggalkan Jauh Partai Islam
Jakarta - Publik diprediksi bakal meninggalkan partai berbasis agama dalam Pemilu 2014 mendatang. Tahun ini menjadi tahun suram bagi partai-partai Islam.

Gambaran tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Jakarta (LSJ) yang dipaparkan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2014). LSJ merupakan salah satu dari 38 anggota Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia.

Survei ini dilakukan sejak tanggal 12-26 Januari 2014 di 33 provinsi. Jumlah respondennya mencapai 1.240 orang melalui metode wawancara tatap muka melalui pedoman kuisioner. Dengan margin error +/- 2,8 persen, tingkat kepercayaan diklaim mencapai 95 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Partai-partai berbasis Islam cenderung dipersepsipkan kurang pro terhadap perubahan. Jarang sekali terdengar isu-isu perubahan diperkenalkan oleh partai-partai tersebut," kata Manajer Riset LSJ Rendy Kurnia.

Survei ini merilis, publik bakal memilih partai yang mendukung perubahan. Salah satu yang menjadi titik fokus penelitian LSJ adalah Partai NasDem.

"Karena NasDem relatif terhindar dari berbagai kasus korupsi yang menjerat sejumlah partai politik," sambung peneliti utama LSJ, Saiful Syam.

Berikut adalah tingkat elektabilitas partai berdasarkan survei LSJ:

1. PDI Perjuangan 19,83 persen
2. Partai Golkar 17,74 persen
3. Partai Gerindra 12,58 persen
4. Partai NasDem 6,94 persen
5. Partai Hanura 6,85 persen
6. Partai Demokrat 6,12 persen
7. PPP 4,83 persen
8. PKB 4,67 persen
9. PAN 4,51 persen
10. PKS 3,87 persen
11. PBB 1,2 persen
12. PKP Indonesia 0,24 persen
13. Undecided 10,62 persen

"Hanya PKP Indonesia yg tak sanggup melampau elektabilitas seluruh partai islam," tutup Saiful.

(mok/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini