Pantauan detikcom, Rabu (13/2/2014) pukul 11.15 WIB, ruas Jalan Gatot Subroto dari arah Cawang ke Slipi dan sebaliknya terpantau padat merayap. Kemacetan ini mengular hingga ke Pancoran dan ke selatan ke Jl Raya Pasar Minggu.
Kemacetan di Jalan Raya Pasar Minggu akibat tersendatnya simpang lima Pancoran, berimbas ke kemacetan di pertigaan Kalibata, di Jl Raya Pasar Minggu. Arus lalu lintas sempat terkunci di pertigaan Kalibata ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan, pihaknya menurukan 8.417 personil untuk mengamankan aksi buruh ini. Personil disebar ke titik-titik pusat konsentrasi massa seperti di Istana Negara, Istana Wapres, Mahkamah Konstitusi, Bundaran HI dan Mal Kelapa Gading.
"Kita juga menyiapkan personil di tol dalam kota Semanggi sebanyak 60 personil, Bandara Soekarno-Hatta 110 personil dan Polres-Polres di jajaran Polda Metro Jaya," kata Rikwanto kepada detikcom, Rabu (13/2/2014).
Massa yang tergabung dalam aksi ini, berkisar 7 ribu hingga 10 ribu orang.
Presiden FSPMI/KSPI, Said Iqbal dalam siaran persnya mengatakan, puluhan ribu buruh se-Jabotabek melakukan aksi demo dengan long march dari Bundaran HI ke MK dan Kemenkes.
"Jam 14.00 kita akan melakukan deklarasi rumah rakyat di Sport Mall Kelapa Gading," ucap Said, dalam siaran pers yang diterima detikcom.
Adapun, tuntutan massa demo yakni mencabut Pemenkes No 69/2013 harus dicabut, tidak ada lagi rakyat yang ditolak berobat ke RS atau Klinik oleh karenanya Permenkes no 69/2013. Buruh juga menuntut agar sistem INA CBGs dihapus dan diganti fee for service.
Selain itu, massa juga menuntut kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30% dengan Komponen Hidup Layak (KHL) 84 item. Aksi ini juga serempak dilakukan puluhan ribu buruh lainnya di 12 provinsi seperti Jabar, Jateng, Jatim, Kepri dan Sumatera Utara.
(mei/fdn)










































