Bus TransJ buatan China ini memiliki sejumlah masalah di komponen tertentu. Ada yang berkarat, bahkan ada yang rusak. Pihak importir berdalih hal itu muncul karena proses pengiriman yang terlalu lama.
Melihat kondisi itu, Ahok menduga ada oknum Dishub yang disogok. Ia juga meminta agar aparat penegak hukum mengusut kasus ini.
Berikut 6 ultimatum keras Ahok tangani TransJ Karatan:
|
|
1. Panggil Tenaga Ahli
|
|
"Kita harus panggil tenaga ahli untuk menilai pantas enggak sih mesin yang lewat laut saja dalam kapal, enggak kena air laut hanya kena hawa laut tiba-tiba karatan," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2014).
Ahok mengatakan, pihaknya juga akan mempelajari kontrak pembelian bus-bus TransJ bermasalah tersebut.
"Apa ini bukan sengnya lebih banyak? Tapi dia juga bisa berkilah kalau memang di kontraknya enggak mengatakan itu kan," katanya.
Ahok menegaskan jika terindikasi ada kesengajaan dan tindak pidana korupsi, Pemprov DKI tidak akan ragu untuk menyerahkannya ke pihak berwajib.
"Kita harus pelajari lebih dalam apakah ada kesengajaan? Kalau ada tindak kejahatan penurunan aspek jadi dibenarkan dengan kontrak yang menguntungkan mereka," tuturnya lagi.
1. Panggil Tenaga Ahli
|
|
"Kita harus panggil tenaga ahli untuk menilai pantas enggak sih mesin yang lewat laut saja dalam kapal, enggak kena air laut hanya kena hawa laut tiba-tiba karatan," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2014).
Ahok mengatakan, pihaknya juga akan mempelajari kontrak pembelian bus-bus TransJ bermasalah tersebut.
"Apa ini bukan sengnya lebih banyak? Tapi dia juga bisa berkilah kalau memang di kontraknya enggak mengatakan itu kan," katanya.
Ahok menegaskan jika terindikasi ada kesengajaan dan tindak pidana korupsi, Pemprov DKI tidak akan ragu untuk menyerahkannya ke pihak berwajib.
"Kita harus pelajari lebih dalam apakah ada kesengajaan? Kalau ada tindak kejahatan penurunan aspek jadi dibenarkan dengan kontrak yang menguntungkan mereka," tuturnya lagi.
2. Tantang ke Pengadilan
|
|
"Kalau ngotot, kita ke pengadilan," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2014).
Menurut Ahok, berdasarkan laporan dari inspektorat, bus-bus TranJ yang baru datang dari China memang sudah tidak layak. Karena itu, Ahok menolak melunasi pembayaran bus-bus tersebut.
"(Inspektorat) Sudah dipanggil, dan memang barangnya sudah nggak layak pakai," cetusnya.
2. Tantang ke Pengadilan
|
|
"Kalau ngotot, kita ke pengadilan," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2014).
Menurut Ahok, berdasarkan laporan dari inspektorat, bus-bus TranJ yang baru datang dari China memang sudah tidak layak. Karena itu, Ahok menolak melunasi pembayaran bus-bus tersebut.
"(Inspektorat) Sudah dipanggil, dan memang barangnya sudah nggak layak pakai," cetusnya.
3. Gandeng KPK
|
|
"Periksa semua, bagi pemasok, si pengada semua harus dipenjarain. Supaya dia kapok. Ini harus dicari kenapa beli bus mahal tapi bobrok. Saya sudah bilang bilang berkali-kali pesan sama Pristono, kalau uang kita pas-pasan beli mutu yang terbaik. Mahal sedikit tidak apa-apa," jelas Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Menurut Ahok, bus baru yang beberapa ternyata rusak itu memang mengherankan. Bus itu tidak murah, satu bus harganya Rp 3,2 miliar.
"Makannya disini mengundang kecurigaan kita, kualitas besi yang dipakai campuran mungkin. Makanya nggak kesiram air laut saja sudah karatan. Nah ini mesti diselidiki. kalau ada temuan seperti ini, saya minta jaksa atau KPK, kepolisian. Ini biar ditindak saja lah," jelas dia.
"Kita tahu di China , di sana itu banyak barang bagus. Tapi di China juga banyak barang jelek. Merea di sana itu pasti tanya ke kamu, kamu mau harga yang berapa," tambahnya lagi.
3. Gandeng KPK
|
|
"Periksa semua, bagi pemasok, si pengada semua harus dipenjarain. Supaya dia kapok. Ini harus dicari kenapa beli bus mahal tapi bobrok. Saya sudah bilang bilang berkali-kali pesan sama Pristono, kalau uang kita pas-pasan beli mutu yang terbaik. Mahal sedikit tidak apa-apa," jelas Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Menurut Ahok, bus baru yang beberapa ternyata rusak itu memang mengherankan. Bus itu tidak murah, satu bus harganya Rp 3,2 miliar.
"Makannya disini mengundang kecurigaan kita, kualitas besi yang dipakai campuran mungkin. Makanya nggak kesiram air laut saja sudah karatan. Nah ini mesti diselidiki. kalau ada temuan seperti ini, saya minta jaksa atau KPK, kepolisian. Ini biar ditindak saja lah," jelas dia.
"Kita tahu di China , di sana itu banyak barang bagus. Tapi di China juga banyak barang jelek. Merea di sana itu pasti tanya ke kamu, kamu mau harga yang berapa," tambahnya lagi.
4. Pulangkan Bus Jelek!
|
|
"Ya tolak aja biar mereka rugi sendiri. Emang kita pikirin. Mana ada kena uap laut bisa karatan, ini besi apa seng. Kita enggak tahu, makanya periksa dapat seperti apa. Terus baru kita putuskan secara lebih lanjut," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014).
Menurut Ahok, keputusan pemulangan bus asal China tersebut dibahas dan diputuskan dalam rapat yang dipimpin Gubernur DKI Jokowi. Pemprov juga baru bayar bus tersebut 26 persen.
"Kita sudah bahas tadi di rapat dan tegaskan kepada direktorat, karena kita kan juga belum bayar penuh. Baru bayar 26 persen, buat DP. Kita kan masing pilih-pilih kalau jelek ya akan kita tolak, kalau enggak sesuai dengan spek. Dalam rapim sudah diputuskan," bebernya.
Ahok menginginkan Inspektorat Pemprov DKI memeriksa apakah ada pihak yang sudah menandatangani penerimaan bus tersebut. Bila sudah ada yang menandatangani, maka bisa terendus juga apakah ada 'permainan' di balik itu.
"Kita nggak mau langsung tanda tangan. Makanya kita pengin inspektorat periksa kalau ternyata sudah diterima ternyata ada oknum yang nerimanya main. Masa kamu beli motor, mobil saja harus beli yang baru. Masa sudah karatan barang segede gajah gitu nggak kelihatan, kan gila," ucap Ahok.
Bus-bus baru buatan China ini menjadi sorotan karena ditemukan sejumlah masalah di komponen tertentu. Ada yang berkarat, bahkan ada yang rusak. Dugaan pun muncul bahwa bus itu sebetulnya berisi suku cadang bekas.
Sebanyak 30 bus diresmikan operasionalnya oleh Jokowi pada 22 Januari 2014, dan menyusul belasan unit lagi setelah itu.
4. Pulangkan Bus Jelek!
|
|
"Ya tolak aja biar mereka rugi sendiri. Emang kita pikirin. Mana ada kena uap laut bisa karatan, ini besi apa seng. Kita enggak tahu, makanya periksa dapat seperti apa. Terus baru kita putuskan secara lebih lanjut," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014).
Menurut Ahok, keputusan pemulangan bus asal China tersebut dibahas dan diputuskan dalam rapat yang dipimpin Gubernur DKI Jokowi. Pemprov juga baru bayar bus tersebut 26 persen.
"Kita sudah bahas tadi di rapat dan tegaskan kepada direktorat, karena kita kan juga belum bayar penuh. Baru bayar 26 persen, buat DP. Kita kan masing pilih-pilih kalau jelek ya akan kita tolak, kalau enggak sesuai dengan spek. Dalam rapim sudah diputuskan," bebernya.
Ahok menginginkan Inspektorat Pemprov DKI memeriksa apakah ada pihak yang sudah menandatangani penerimaan bus tersebut. Bila sudah ada yang menandatangani, maka bisa terendus juga apakah ada 'permainan' di balik itu.
"Kita nggak mau langsung tanda tangan. Makanya kita pengin inspektorat periksa kalau ternyata sudah diterima ternyata ada oknum yang nerimanya main. Masa kamu beli motor, mobil saja harus beli yang baru. Masa sudah karatan barang segede gajah gitu nggak kelihatan, kan gila," ucap Ahok.
Bus-bus baru buatan China ini menjadi sorotan karena ditemukan sejumlah masalah di komponen tertentu. Ada yang berkarat, bahkan ada yang rusak. Dugaan pun muncul bahwa bus itu sebetulnya berisi suku cadang bekas.
Sebanyak 30 bus diresmikan operasionalnya oleh Jokowi pada 22 Januari 2014, dan menyusul belasan unit lagi setelah itu.
5. Terapkan e-Katalog
|
|
"Kita enggak mau lagi pengadaan barang (lelang). Pokoknya semua pakai e-Katalog. Jadi nanti beli langsung," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014).
Pengadaan barang melalui e-Katalog mengacu pada Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Cara pembelian dengan sistem ini adalah Pemprov DKI memberikan spesifikasi teknis yang dibutuhkan kemudian Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menetapkan merek dan harga. Kemudian Pemprov DKI bisa membelinya melalui e-Katalog.
Pemprov DKI akan membeli bus TransJ yang mahal dan tahan hingga 20 tahun. Pemprov DKI akan memulangkan ke importir/pemenang tender bus yang rusak dan karatan. Bila tetap diterima, maka dalam hitungan setahun bus pasti sudah rusak.
"Kalau mobil model kaya begini kita terima nggak sampai setahun sudah jebol. Orang lewatin laut saja karatan, bagaimana? Ini Jakarta loh, kan gila," tutur politisi Gerindra ini.
Nantinya, pembelian bus TransJ akan dikelola langsung oleh PT TransJakarta. "Kan uangnya ada di penyertaan di pemerintah kita," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
Pihak PT San Abadi, importir bus-bus buatan China itu menyatakan, bus berkarat karena proses pengiriman yang terlalu lama di laut. Namun Ahok tidak sependapat dengan alasan tersebut.
"Kapal tongkang yang terbuka, kesiram air laut saja nggak karatan kok," kata Ahok hari ini.
Gubernur DKI Jokowi dan Ahok akan memulangkan bus yang rusak pintunya, tidak ber-ac dan berkarat karena Pemprov DKI baru membayar DP 26 persen untuk membeli bus tersebut.
Dalam APBD 2013, Pemprov DKI merencanakan pembelian 310 bus baru utuh dari luar negeri. Ada 132 bus yang gandeng, sisanya single. Dalam proses lelang, pagu anggaran untuk bus gandeng sebesar Rp 120 miliar untuk paket bus 30 unit. Sementara untuk paket bus single mengeluarkan anggaran sebesar Rp 77,8 miliar untuk 36 bus, dan Rp 75,7 miliar untuk 35 bus. Pada 22 Januari 2014, Jokowi meresmikan operasi 30 bus TransJ baru.
5. Terapkan e-Katalog
|
|
"Kita enggak mau lagi pengadaan barang (lelang). Pokoknya semua pakai e-Katalog. Jadi nanti beli langsung," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2014).
Pengadaan barang melalui e-Katalog mengacu pada Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Cara pembelian dengan sistem ini adalah Pemprov DKI memberikan spesifikasi teknis yang dibutuhkan kemudian Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menetapkan merek dan harga. Kemudian Pemprov DKI bisa membelinya melalui e-Katalog.
Pemprov DKI akan membeli bus TransJ yang mahal dan tahan hingga 20 tahun. Pemprov DKI akan memulangkan ke importir/pemenang tender bus yang rusak dan karatan. Bila tetap diterima, maka dalam hitungan setahun bus pasti sudah rusak.
"Kalau mobil model kaya begini kita terima nggak sampai setahun sudah jebol. Orang lewatin laut saja karatan, bagaimana? Ini Jakarta loh, kan gila," tutur politisi Gerindra ini.
Nantinya, pembelian bus TransJ akan dikelola langsung oleh PT TransJakarta. "Kan uangnya ada di penyertaan di pemerintah kita," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
Pihak PT San Abadi, importir bus-bus buatan China itu menyatakan, bus berkarat karena proses pengiriman yang terlalu lama di laut. Namun Ahok tidak sependapat dengan alasan tersebut.
"Kapal tongkang yang terbuka, kesiram air laut saja nggak karatan kok," kata Ahok hari ini.
Gubernur DKI Jokowi dan Ahok akan memulangkan bus yang rusak pintunya, tidak ber-ac dan berkarat karena Pemprov DKI baru membayar DP 26 persen untuk membeli bus tersebut.
Dalam APBD 2013, Pemprov DKI merencanakan pembelian 310 bus baru utuh dari luar negeri. Ada 132 bus yang gandeng, sisanya single. Dalam proses lelang, pagu anggaran untuk bus gandeng sebesar Rp 120 miliar untuk paket bus 30 unit. Sementara untuk paket bus single mengeluarkan anggaran sebesar Rp 77,8 miliar untuk 36 bus, dan Rp 75,7 miliar untuk 35 bus. Pada 22 Januari 2014, Jokowi meresmikan operasi 30 bus TransJ baru.
6. Kadishub Terancam Mutasi
|
|
"Ini masih kita teliti. Kalau kepala dinasnya nanti yang bertanggung jawab nggak kita copot. Paling Pak Gubernur nanti pindahin," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2014).
Ahok menyesalkan kualitas bus yang pemenang tender.
"Masa kena uap laut saja langsung karat. Kalau gitu di Jakarta mengerikan sekali. Mobil dikirim itu bukan dihempas ombak loh tapi di dalam kapal. Di dalam kapal hawa laut saja bisa berkarat. Kita sudah kurang bus mau nambah, masa tega banget bus baru jalan dua-tiga bulan sudah hancur," papar Ahok.
Padahal, lanjut Ahok, pihaknya sudah memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar membeli bus yang berkualitas baik.
"Arahkan dong yang benar, jangan arahkan ke yang murah saja speknya," tuturnya.
Jokowi dan Ahok akan memulangkan bus yang rusak pintunya, AC rusak dan berkarat karena Pemprov DKI baru membayar DP 26 persen. Pada 22 Januari 2014, Jokowi meresmikan operasi 30 bus baru TransJ.
6. Kadishub Terancam Mutasi
|
|
"Ini masih kita teliti. Kalau kepala dinasnya nanti yang bertanggung jawab nggak kita copot. Paling Pak Gubernur nanti pindahin," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2014).
Ahok menyesalkan kualitas bus yang pemenang tender.
"Masa kena uap laut saja langsung karat. Kalau gitu di Jakarta mengerikan sekali. Mobil dikirim itu bukan dihempas ombak loh tapi di dalam kapal. Di dalam kapal hawa laut saja bisa berkarat. Kita sudah kurang bus mau nambah, masa tega banget bus baru jalan dua-tiga bulan sudah hancur," papar Ahok.
Padahal, lanjut Ahok, pihaknya sudah memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar membeli bus yang berkualitas baik.
"Arahkan dong yang benar, jangan arahkan ke yang murah saja speknya," tuturnya.
Jokowi dan Ahok akan memulangkan bus yang rusak pintunya, AC rusak dan berkarat karena Pemprov DKI baru membayar DP 26 persen. Pada 22 Januari 2014, Jokowi meresmikan operasi 30 bus baru TransJ.
Halaman 2 dari 14











































