"Kita lebih butuh orang yang berkarakter jujur dan mau bersikap patriotik dalam menjalankan pengelolaan negara," kata Hemas dalam acara peluncuran buku 'Memompa Ban Kempis' karya Sukardi Rinakit di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2014).
Menurut Hemas, orang pintar yang berani berkuasa pada prakteknya memanfaatkan kepintaran dirinya untuk mengakali cara berkuasa dan bukan untuk kepentingan rakyat. "Itu hanya akan menambah bangsa ini terseret pada potensi kehancuran," ujar Hemas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling memprihatinkan saat ini adalah kemunduran kita dalam pengelolaan keberagaman di masyarakat. Konstitusi tidak pernah memberikan kewenangan pada negara dalam menentukan resmi atau sesatnya ajaran yang diyakini seseorang," ujar Hemas.
Sehingga, bagi Hemas sosok pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah seseorang yang mampu memahami dan mempraktekan nilai-nilai Pancasila, tunduk pada konstitusi, dan menjunjung pedoman Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI.
"Tak perlu menunjuk siapa orangnya, mari kita mulai dari diri kita sendiri," tutup Hemas.
(vid/van)











































